Kesabaran, keuletan, telaten dan semangat terus berkarya dibutuhkan bagi dunia industri batik. Karena prosesnya yang panjang, sehingga dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang terus harus diasah akan berpengaruh terhadap kualitas batik yang dihasilkan.    Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB), ketika membuka pelatihan batik warna sintetis kerjasama antara Dinas Perindag Kabupaten Tulungagung, Jatim  dengan BBKB Yogyakarta di Ruang Soga (11/3).

Dalam kata sambutannya, Sekretaris dari Dinas Perindag Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur  Lili Wijayanti menyampaikan, bahwa pelatihan kali ini telah dikirim sebanyak 15 peserta dari total pembatik di Tulungagung sebanyak 38 industri yang akan ditingkatkan kualitasnya secara bertahap. Batik  Tulungagung sempat  berjaya ketika terjadi konflik timur tengah, selepas itu mulai mengalami penurunan “ungkapnya”,. Sehingga Dinas tertarik untuk melakukan kerjasama dengan BBKB dalam pengembangan batik. Dengan harapan sekembalinya dari pelatihan para peserta dapat getok tular atau memberikan ilmunya kepada masyarakat disekitarnya.

Pada kesempatan yang sama, ketika memberikan sambutan dan sekaligus membuka pelatihan, Kepala BBKB menyampaikan apresiasi kepada  Dinas Perindag Kabupaten Tulungagung yang telah memberikan kepercayaan kepada BBKB untuk melatih batik guna meningkatkan kualitas produknya. Kerjasama dalam pengembangan ini tentunya sesuai dengan tusi masing-masing, sehingga perlu kolaborasi bersama. Busana batik yang digunakan dalam berbagai macam acara dan suasana menandakan bahwa batik telah dicintai oleh berbagai kalangan,  batik  oleh masyarakat  kita sudah dipakai sejak proses kelahiran sampai  kematian sehingga sudah merupakan tradisi bagi masyarakat kita yang penuh arti dan kaya akan makna”tegasnya”’.

Pelatihan ini akan berlangsung selama 5 (lima) hari, terhitung mulai tanggal 11 hingga 15 Maret 2019 dengan dengan berdurasi 40 jam pelajaran (Jpl)  dengan  6 (enam) Jpl teori dan 34 Jpl praktek. Sedangkan bahan/materi yang akan disampaikan, meliputi : pengertian bahan dan alat; pengertian desain batik; pengetahuan proses batik dengan zat warna sintetis (ZWS); praktek desain dan pemolaan; praktek pembuatan zat warna; pratek pengecapan; praktek pembatikan tulis; menutup/bironi/menimbok; praktek pewarnaan I; praktek pewarnaan II; praktek pelorodan; dan diakhiri dengan diskusi dan evaluasi pelatihan.

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter