Dalam rangkaian lawatan ke Indonesia  Ratu Denmark Margrethe II menyempatkan diri untuk datang ke Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta pada hari Sabtu, 24 Oktober 2015. Kedatangan Ratu diterima langsung Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), Kementerian Perindustrian Bapak  Haris Munandar N, MA didampingi Kepala BBKB Ibu Zulmalizar dan Ketua Umum Sekarjagad  Ibu Suliantoro pukul 11.50 WIB.

Dalam kata sambutannya Kepala BPPI, Kemenperin Bapak  Haris Munandar N, MA menyampaikan selamat datang dan terimakasihkepada Yang MuliaRatuMargrethe II ataskunjungannyakeBalaiBesarKerajinandan Batik (BBKB) Yogyakarta. Selanjutnya menyampaikan tugas utama Badan penelitian dan pengembangan industri yang menaungi 22 (dua puluh dua) Balai Litbang dan 1 (satu) Balai Sertifikasi Industri yang tersebar di tingkat provinsi di Indonesia dari Aceh sampai dengan Ambon, diantaranya BBKB Yogyakarta.  Adapun komoditi yang ditangani Balai Litbang BPPI antara lain kimia, kemasan, agro, logam, mesin, tekstil, keramik, pulp kertas, hasil perkebunan, kulit, karet, plastik, kerajinan dan batik. Disamping itu Peran Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta  sangat penting dalam mengembangkan dan meningkatkan daya saing produk batik yaitu mendukung dalam hal peningkatan kualitas dan produktivitas melalui berbagai kegiatan penelitian dan pengembangan seperti penggunaan zat pewarna alam yang ramah lingkungan, menyediakan peralatan produksi yang aplikatif, inovatif  dan terjangkau yang berbasis warisan budaya menuju kebanggaan dan gaya hidup yang lebih baik, ungkapnya. 

 Pada kesempatan yang sama dalam wawancara dengan media cetak dan elektronik, Kepala BBKB Ibu Zulmalizar  mengungkapkan bahwa  kunjungan Ratu Denmark di BBKB untuk melakukan diskusi dengan para pengrajin batik dan memperhatikan berbagai koleksi batik Nusantara yang digelar di Lobby dan halaman BBKB Yogyakarta . Selain itu lawatan kali ini juga menunjukkan arti pentingnya bangsa Indonesia bagi Negara Denmark. "Menurut informasi dari Kedutaan Besar Denmark, Ratu sangat menyukai budaya Jawa yang mempunyai kekhasan dalam hal ini batik. Ratu juga hanya bepergian satu atau dua kali ke luar negeri setiap tahunnya. Kali ini, bertepatan dengan 65 tahun hubungan diplomatik Denmark-Indonesia, Ratu memutuskan untuk mengunjungi Indonesia. Batik berasal dari Indonesia yang sudah diakui dunia sebagai warisan budaya Indonesia. Sebelumnya sudah banyak tokoh dunia yang memakai batik Indonesia dalam acara pemerintahan seperti Nelson Mandela, Bill Clinton dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Hal ini karena batik Indonesia memiliki  beragam motif dengan esensi filosofi, desain menarik, dan nilai seni yang sangat tinggi.

Disamping itu guna menyemarakkan kunjungan Ratu Denmark Peringatan Hari Batik Nasional  PHBN) ke 6 diselenggarakan Pameran dan Workshop yang diikuti sebanyak 19 pengrajin batik dari wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah yang menampilkan berbagai produk unggulannya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam melestarikan budaya dan mengembangkan produk batik yang ramah lingkungan. Adapun jumlah peserta yang mengikuti workshop sebanyak 125 orang dari berasal dari dharma wanita berbagai instansi pemerintah, swasta, paguyuban batik danmasyarakat umum.

 

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter