RINGKASAN EKSEKUTIF


Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan
laporan untuk memenuhi asas akuntabilitas penyelenggara negara. Penyusunan
LAKIP juga merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang
Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Instruksi Presiden Nomor 7
Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Instruksi
Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. LAKIP
disusun sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban BBKB dalam melaksanakan
tugas dan fungsi selama Tahun 2013 dalam rangka melaksanakan misi dan
mencapai visi sekaligus sebagai alat kendali dan pemacu peningkatan kinerja.
Selain itu juga sebagai salah satu alat untuk mendapatkan masukan dari
stakeholders demi perbaikan kinerja BBKB.


Visi yang ingin dicapai Balai besar Kerajinan dan Batik pada tahun 2014
adalah menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Serta Pelayanan Jasa Teknis
Industri Kerajinan dan Batik yang Kreatif, Inovatif dan Profesional. Dalam rangka
mencapai visi tersebut, Balai Besar Kerajinan dan Batik menetapkan 5 (lima) misi
yaitu, melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) teknologi yang dibutuhkan oleh industri kerajinan dan batik, melaksanakan standardisasi, pengujian,sertifikasi, kalibrasi dan pengembangan kompetensi untuk mendukung peningkatan daya saing industri kerajinan dan batik, melaksanakan kerjasama dengan lembaga pembina industri dan perguruan tinggi untuk menciptakan sinergi pengembangan industri kerajinan dan batik, memberikan pelayanan yang berkualitas, efisien dan efektif dengan sistem pelayanan satu pintu, dan menciptakan sistem pengembangan


Sumber Daya Manusia (SDM) untuk meningkatkan kreativitas dan kompetensi
Rencana kinerja pada tahun 2014 merupakan pelaksanaan sasaran
strategis yang sudah dituangkan dalam renstra BBKB 2010-2014 dan penyesuaian
terhadap renstra BPKIMI 2010-2014 serta beberapa review dan penyesuaian.
Terdapat 19 target yang ingin dicapai pada tahun 2014 yaitu (1) Meningkatnya
penguasaan teknologi kerajinan dan batik oleh industrI dengan dua indikator yaitu
hasil penelitian dan pengembangan yang siap diterapkan. Target yang ditetapkan
adalah 3 litbang dan realisasi yang dicapai sebesar 3 litbang atau 100%. Indikator
yang kedua adalah hasil penelitian dan pengembangan yang telah diimplementasikan dengan target 2 litbang, terealisasi 3 litbang atau150%. Sasaran
yang ke-2 yaitu meningkatnya kualitas litbang kerajinan dan batik dengan 4 indikator.
Indikator pertama adalah kerjasama R and D instansi dengan industri dengan target
6 kerjasama tercapai 6 kerjasama atau 100%. Indikator kedua adalah Jumlah karya
tulis yang dipublikasikan dengan target 10 karya tulis ilmiah terealisasi 10 KTI atau
100%. Indikator ketiga adalah Jumlah usulan paten dengan target 1 usulan paten
dan terealisasi 100%. Indikator keempat adalah Jumlah usulan standar dengan
target 1 usulan standar dan terealisasi 100%.
Sasaran strategis ke-3 adalah meningkatnya kualitas pemberian layanan
public yang terdiri dari 7 indikator. Indikator pertama adalah Jumlah sampel uji
dengan target 1100 sampel dan terealisasi sebanyak 985 sampel atau 89,5%.
Indikator kedua adalah jumlah orang yang dilatih dengan target 1600 orang dan
tercapai sebanyak 2116 orang atau 132%. Indikator ketiga adalah indeks kepuasan
pelanggan dengan target sebesar 4,2, dan realisasinya 4,01 atau 95%. Indikator ke
empat adalah ketepatan pelayanan sesuai SPM dengan target 90% dan terealisasi
85% atau secara prosentase realisasi mencapai 94%. Indikator kelima adalah
Jumlah perusahaan yang dilayani dengan target 550 unit dan tercapai sebanyak 527 unit atau 95,8%. Indikator ke enam adalah Jumlah desain/prototype alat tepat guna dengan target 2 unit tercapai 3 unit atau 150%. Indikator ketujuh adalah nilai PNBP dengan target penerimaan sebesar Rp. 2.324.885.000 dan realisasi penerimaan sebesar Rp. 2.071.997.500 atau 89%.


Selanjutnya sasaran yang ke-4 adalah meningkatnya kemampuan SDM dan
kelembagaan dengan 6 indikator. Indikator pertama adalah jumlah SDM yang
mendapatkan sertifikat dengan target 35 orang dan tercapai sebanyak 179 orang
atau 511%. Indikator kedua adalah Jumlah pengadaan alat laboratorium dengan
target 3 paket dan tercapai 9 paket atau 330%. Indikator ketiga adalah Jumlah
lingkup pengakuan produk LPK yang diakui oleh KAN dengan target 3 jenis dan
tercapai 4 jenis atau 133%. Indikator keempat adalah Jumlah jenis produk yang
sudah bias di uji di laboratorium dengan target 60% dan tercapai 60%. Indikator
kelima adalah terbangunnya sistem pengendalian intern di unit kerja dengan target 1 dokumen dan terealisasi 1 dokumen atau 100%. Indikator keenam adalah
tersusunnya renstra 2015-2019 dan tercapai 100%.
Realisasi anggaran DIPA BBKB tahun 2014 sebesar 95,33% lebih tinggi dari
realisasi tahun 2013 sebesar 91,69%.

Download

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter