Sumber daya alam yang melimpah, khususnya enceng gondok  menginisiasi Ketua PKK Kabupaten Musri Rawas dr Hj Noviar Marlina Gunawan untuk memanfaatkannya dengan mendorong Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) setempat mengirimkan peserta berlatih Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta (19/3). Hal ini disampaikan Kepala Dispertan Tohirin, ketika memberikan sambutan dan membuka secara resmi pelatihan anyaman enceng gondok di Ruang Soga, BBKB. Sehingga tanaman enceng gondok yang dapat tumbuh dengan cepat ini dan dianggap sebagai gulma yang merusak lingkungan perairan, agar dapat dimanfaatkan dan dijadikan produk yang memiliki nilai tambah ekonomi agar meningkatkan dapat pendapatan masyarakat setempat.

Musri Rawas merupakan salah satu   Kabupaten tertinggal yang terletak paling ujung di Propinsi Sumatera Selatan dengan memiliki luas 6.357,13 km² dan jumlah penduduk sebanyak 412.500 jiwa pada tahun 2018, ungkap Bapak H. Tohirin kepala Dinas Pertanian dan Peternakan.

Ketertinggalan tersebut melecutkan semangat untuk mengembangkan Musi Rawas  dengan memanfaatkan berbagai potensi diantaranya karet, kelapa sawit, coklat, dll yang akan dioptimalkan pemanfaatannya.  Dengan Gerakan Sempurna (GMSS)  yang berarti Sejahtera, Mandiri, Produktif, Unggul, Religius Nyaman Serta Aman, maka Musi Rawas siap terus kerja dan mengembangkan potensi’ungkapnya’.

Pada kesempatan yang sama ketika memberikan sambutan Kepala PJT, Heri Pramono yang mewakili  BBKB menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Ketua PKK Musi Rawas dr Hj Noviar Marlina Gunawan khususnya, atas komitmennya yang kuat dalam mendorong dinas terkait untuk memberdayakan masyarakat di Musi Rawas melalui pelatihan. Untuk itu kedepan BBKB siap melakukan sinergi dengan melakukan berbagai kerjasama baik riset, pelatihan maupun pengujian dalam mengembangkan berbagai potensi dimiliki. Sehingga akan mampu menumbuhkan wirausaha baru dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Dalam kunjungan Ketua PKK Musi Rawas didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan; Tim penggerak PKK Kabupaten Musi Rawas sebanyak 5 orang;  Tim penggerak PKK Kecamatan/Kelurahan/Desa sebanyak  12 orang; serta 5 orang peserta yang akan mengikuti pelatihan anyaman. Selain berlatih di BBKB para peserta pelatihan juga diajak berkunjung ke industri anyaman yang berada di D.I. Yogyakarta, guna menambah wawasan dan pengalamannya, sehingga ketika kembali ke daerah masing-masing dapat menularkan ilmunya ke masyarakat sekitarnya

 

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter