7.Fotor_College_

Program kegiatan Innovating Jogja yang telah diinisiasi oleh Trade Cooperation Facilities Uni Eropa (TCF-EU) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri(BPPI) Kementerian Perindustrian pada tahun 2016 bertujuan untuk menstimulasi budaya inovasi, meningkatkan daya saing, memperkuat kepemimpinan dan kapasitas serta membangun network dalam suatu ekosistem inovasi. Untuk mengoptimalkan kegiatan telah melibatkan berbagai stakeholders, diantaranya Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB), Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik (BBKKP), Akademi Teknologi Kulit (ATK), BNI, UGM, Apikri, Dinas Perindag, Kadin, pebisnis senior dan institusi terkait lainnya. Awalnyaprogram tersebut mempunyai ruang lingkup pada  produk batik, kerajinan dan kulit

Untuk itu pemerintah berupaya mendorong kegiatan inovasi di industri termasuk start up pada Industri mikro, kecil & menengah (UKM)khususnya dengan memberikan fasilitasimelalui penyediaan sarana dan prasarana yang diperlukan. Disamping itu guna menjaga keberlangsungan program tersebut, pada hari Kamis, 16 November 2017, Pukul 09.00 WIB, bertempat di Hotel Grand Mercure, Jl. Laksda Adisucipto Yogyakarta telah dibuka kegiatan Workshop Pengembangan Branding  Learning Hub  Innovating Jogja.  Acara yang berlangsung selama 2 (dua) hari, 16 & 17 November 2017 di hadiri  berbagai instansi , swasta dan seluruh peserta star up. Dalam kata sambutan mewakili Sekretaris Badan Litbang  Industri dan sekaligus membuka acara, Kepala BBKB Bapak Isananto Winursito mengatakan bahwa melalui kegiatan ini  para peserta dapat menginformasikan apa-apa yang sudah dicapai  selama setahun yang lalu. Kemenperin pada awal tahun 2017 sudah melakukan koordinasi dengan Gubernur D.I. Yogyakarta terkait dengan tindak lanjut dari keberlangsungan Program Innovating Jogja. Gubernur berkehendak agar ada payung hukum yang kuat dalam kegiatan ini. Disamping itu dalam pekembangannya  para peserta juga menghendaki untuk mendirikan/memiliki toko off line sebagai sarana untuk berkumpul dan memajang berbagai hasil karyanya, selain pengunaan media sosial untuk sarana promosi.

Dalam kegiatan workshop tersebut menghadirkan 5 (lima) narasumber, antara lain : BNI Wilayah Yogyakarta dengan materi Financing Scheme untuk Star Up; Bapak Fauzi Azis dengan judul Inkubasi Konsep; Bappeda D.I. Yogyakarta dengan paparan materi Peran Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Learning Hub Innovating Jogja; BBKB dengan judul materi Rencana Pengembangan Innovating Jogja; dan Bapak Febio Hadikesuma dengan menyampaikan materi Finalisasi dan Strategis Mengembangkan Komunitas Branding Innovating Jogja.

Memasuki sesi diskusi, para peserta tampak antusias dengan adanya kegiatan ini. Berbagai pertanyaan dilontarkan setelah moderator membuka sesi diskusi. Adapun pertanyaan tersebut, meliputi : kemudahan dan mekanisme pembiayaan bagi usaha mikro, kecil & menengah (UMKM); Jaminan pinjaman untuk  modal usaha;  fasilitasi toko off line sebagai tempat berkumpul; berkreasi, berinovasi dan memajang produk; gagasan/ide untuk memperkuat kumunitas Innovating Jogja (IJ); sarana untuk memperkuat branding IJ; pengembangan website IJ; strategi memperkuat branding, dll. Pada akhir diskusi perlu diperkuat positioning masing-masing stakeholder yang terkait; membuat blue print untuk menghasilkan inkubator; monitoring  dengan melakukan rekaman konsultasi; melibatkan praktisi (kolaborasi); termin waktu paling singkat; membuat MoU dengan para peserta Innovating Jogja.

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter