Sejak pengukuhan batik menjadi warisan budaya Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009, perkembangan batik di Indonesia makin pesat. Berbagai macam batik dengan motif-motif baru serta corak dengan warna yang lebih menarik semakin bertambah. Kata batik dirangkai dari kata ‘amba’ yang berarti kain yang lebar dan kata ‘tik’ berasal dari kata titik. Artinya, batik merupakan titik-titik yang digambar pada media kain yang lebar sedemikian rupa sehingga menghasilkan pola-pola yang indah.

Dalam Memperingati Hari Batik Nasional, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), Kementerian Perindustrian, akan menyelenggarakan Pameran Litbang Kementerian Perindustrian mendukung Hari Batik Nasional dengan tema “Lestari Tradisi melalui Inovasi” pada tanggal 9 – 13 oktober 2019, bertempat di Jogja Expo Center. Dalam acara tersebut, akan dipamerkan inovasi teknologi yang mendukung industri batik dari unit – unit litbang di bawah BPPI dan perusahaan – perusahaan mitra BPPI. Selain pameran, dalam rangkaian acara tersebut akan diselenggarakan juga Seminar Teknologi Indutri Batik, Konsultansi Teknologi Industri Batik, dan Penandatanganan MoU antara unit litbang BPPI dengan beberapa pihak dalam rangka mendukung industri batik nasional.

Pameran tersebut akan menampilkan hasil inovasi maupun program kebijakan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (PUSLITBANG IKFTLMATE); Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Agro; Pusat Industri Hijau; Pusat Standardisasi Industri; Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB); Balai Besar Kulit, Karet, dan Plastik (BBKKP); Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI); Balai Besar Tekstil (BBT); Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP); Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Padang; Dewan Serat Indonesia; PT. Rekadaya Multi Adiprima; PT. Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI); PT Astra Otoparts; serta perusahaan mitra unit BPPI terkait.

Seiring dengan perkembangan teknologi, pembuatan batik pun juga tidak terbatas dengan menggunakan canting atau biasa disebut batik tulis. Batik cap yang dibuat menggunakan cap atau alat semacam stempel muncul untuk mempercepat waktu pembuatan batik. Kabar gembira datang dari unit Badan Penelitian dan Pengembangan Industri - Kementerian Perindustrian yaitu Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB), teknologi yang dipamerkan dalam kesempatan ini adalah Batik Analyzer, suatu alat dengan teknologi Artificial Intelligence yang dapat mendeteksi keaslian kain bermotif batik. “Inovasi ini berawal dari kesulitan masyarakat membedakan kain batik dan tiruan yang beredar di pasaran, khususnya membanjirnya produk impor tiruan batik dengan harga yang sangat murah,” sebagaimana yang disampaikan oleh Titik Purwati Widowati selaku Kepala BBKB dalam keterangan resmi, Jumat (10/5/2019).

Selain itu, pada pameran tersebut Baristand Industri Padang akan menampilkan inovasi zat warna alam untuk pewarna batik. Zat warna alam tersebut diekstrak dari tanaman gambir yang selanjutnya diolah menjadi bahan pewarna batik. Tanaman gambir merupakan sumber daya alam lokal Sumatera Barat yg dapat menggantikan pewarna sintetis yg saat ini masih banyak diimpor dari luar negeri.

Balai Besar Tekstil pun ikut memamerkan hasil litbangnya yaitu Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) Dobby Elektronik. Pengembangan desain struktur kain tenun untuk bahan baku kain batik menjadi lebih mudah dan praktis dengan menggunakan ATBM Dobby Elektronik hasil inovasi BBT, yang saat ini sedang dikembangkan versi terbarunya yakni perangkat dobby elektronik yang kompatibel dengan ATBM yang digunakan di IKM berbasis Internet of Things (IoT). Melalui inovasi ini proses desain motif dapat dikerjakan di mana saja, kemudian langsung terkoneksi ke operator ATBM dan dapat langsung ditenun tanpa harus membuat motif di papan paku dobby secara manual. Sedangkan upaya pelestarian motif batik Nusantara sebagai kekayaan Indonesia dapat diimplementasikan pula ke dalam teknologi tekstil berbasis digital seperti Mesin Rajut Seamless dan Mesin Tenun Jacquard sehingga muncul "Kain tenun dan kain rajut dengan desain struktur bermotif batik".

Pameran Litbang Kemenperin Mendukung Hari Batik Nasional 2019

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter