Pada hari Rabu, 18 September 2013, pukul 09.30 WIB bertempat di ruang Aula Balai Besar Kerajinan dan Batik telah dibuka secara resmi Pelatihan Kerajinan Logam angkatan II dan Pelatihan Batik dengan Teknik Cap angkatan II kerjasama Badan Pengembangan Wilayah Surabaya_Madura  (BPWS) dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta. Pelatihan tersebut dibuka oleh Plh. Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik Bapak Ramelan Subagyo, M.Eng.Sc dan dihadiri oleh perwakilan dari BPWS, pejabat eselon III dan IV dilingkungan BBKB, para instruktur dan seluruh peserta pelatihan kerajinan logam  dan pelatihan batik dengan teknik cap angkatan kedua.

   Dalam  kata sambutan panitia penyelenggara Drs. A. Wisnu Pamungkas, M.Si mengatakan bahwa tujuan pelatihan adalah menumbuhkan industri kerajinan logam dengan membekali SDM dengan ketrampilan teknis. Adapun pelatihan  tersebut  terdiri dari 3 angkatan dengan jumlah seluruh peserta sebanyak 27 orang,  berasal dari semua kabupaten yang ada di pulau Madura. Sedangkan untuk angkatan pertama dimulai dari tanggal 3 September hingga 15 September 2013 diikuti oleh 9 peserta berasal dari Kabupaten Sampang (2 orang), Kabupaten Pamekasan (2 orang), Kabupaten Sumenep (2 orang), dan 3 orang dari Kabupaten Bangkalan.

   Dalam kesempatan yang sama Plh. Balai Besar Kerajinan dan Batik Bapak Ramelan Subagyo, M.Eng.Sc menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Badan Pengembangan Wilayah Surabaya_Madura (BPWS) untuk penyelenggaraan Pelatihan ini. Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) sebagai lembaga pemerintah yang bergerak di bidang riset; standardisasi; rancang bangun; rekayasa; diklat; konsultansi industri di bidang industri kerajinan dan batik; akan berusaha memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada masyarakat. Untuk itu kepada para peserta diharapkan agar dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin selama pelatihan guna menggali potensi yang ada baik di lingkungan pelatihan BBKB dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Disamping itu sekembalinya dari pelatihan ini diminta untuk terus menempa diri dalam meningkatkan keterampilandan keahliannya serta menularkan ilimu kepada masyarakat yang ada di Pulau Madura.

   Pelatihan ini akan berlangsung selama 96 jam pelajaran atau 12 hari, dengan metode pembelajaran teori 25% dan praktek 75%. Materi yang akan diberikan meliputi pemahaman bahan baku, peralatan desain dan praktek pembuatan produk kerajinan logam. Sedangkan pemateri berasal dari instruktur Balai yang sudah memiliki kualifikasi dan pengalaman dalam teknik proses pembuatan kerajinan logam ini. Dalam pelatihan ini juga akan dilakukan studi banding  ke sentra industri kerajinan logam yang sudah berkembang di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.



Bagikan di Media Sosial Anda