10_(Medium)2

Dalam meningkat performa suatu layanan kepada pelanggannya tidak terlepas dari komunikasi imbal balik. Karena keberlangsungan  Balai Besar kerajinan dan Batik (BBKB) yang merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Perindustrian, yang bertanggungjawab kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) keberadaannya juga tergantung kepada para pelanggan. Untuk itu kedekatan antara penyedia jasa dan pengguna  harus terus  dibangun dan dikembangkan dengan baik, maka BBKB menggelar  Temu Pelanggan dengan tema “Service Meet-Up” Menuju Birokrasi Bersih Melayani” pada hari Selasa (25/9).

 Temu pelanggan yang menjadi agenda rutin setiap tahun, pada tahun 2018 akan dihadiri  sebanyak 36 (tiga puluh enam) peserta terdiri dari 18 (delapan belas) peserta dari pengguna jasa dari layanan Kalibrasi, Pengujian, Sertifikasi, Batikmark, dan Perekayasaan, Pelatihan dan Inkubasi. Sedangkan peserta  dari bootcamp Kegiatan Innovating Jogja 2018 dan perwakilan alumni kegiatan Innovating Jogja Tahun 2016 sebanyak18 (delapan belas) peserta. Pada kesempatan ini, juga akan diumumkan 2 (dua) orang incubate hasil seleksi yang berhak mendapatkan pembinaan teknis dan fasilitasi produksi oleh BBKB serta pembinaan manajemen oleh Febriyo Hadikesuma Management Training and Consulting.

 Dalam kata sambutan Plt.  Kepala BBKB Agus kuntoro mengatakan bahwa Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) telah berusaha meningkatkan kinerja serta berkontribusi terhadap pertumbuhan industri kerajinan dan batik melalui kegiatan litbang dan layanan jasa yang diberikan. Kinerja yang cukup baik telah diberikan oleh BBKB, hal ini ditunjukkan dengan BBKB memperoleh predikat terbaik I dalam penilaian kinerja unit kerja tingkat Eselon II daerah di lingkungan Kementerian Perindustrian pada Tahun 2018 ini. Dari sisi hasil litbang, BBKB juga mendapatkan hasil yang cukup memuaskan dengan mendapatkan Juara II dalam Kompetisi Litbang Unggulan yang dilaksanakan oleh BPPI dengan judul litbang ”Inovasi Teknik Ringkel pada Kerajinan Tekstil Tritik Jumputan untuk Bahan Sandang”. Keunggulannya adalah berhasil mengkombinasikan teknik smock dan tritik jumputan dengan menghasilkan 24  motif baru”, paparnya.

 BBKB selalu berusaha untuk menghasilkan litbang yang bisa menjawab permasalahan industri dan memberikan dampak ekonomi pada masyarakat serta dapat mendorong kegiatan inovasi di industri kerajinan dan batik . Kualitas hasil penelitian dapat dilihat dari bisa tidaknya penelitian tersebut diaplikasikan di industri, baik dalam hal; subtitusi terhadap ketergantungan bahan baku/penolong terutama yang raw materialnya tersedia di dalam negeri, teknologi proses dengan penggunaan energi lebih efisien, maupun produk-produk yang lebih ramah lingkungan serta teknologi pengendalian pencemaran lingkungan yang sejalan dengan konsepsi pembangunan industri hijau yang sedang digalakkan dan merupakan trend pasar global kerajinan dan batik.

Temu pelanggan kali  ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memberikan informasi terbaru terkait pelayanan yang diberikan oleh BBKB serta memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk memberi masukan, saran dan kritik kepada BBKB.

Disamping itu acara ini sebagai ajang yang sangat penting dalam perbaikan dan pengembangan proses bisnis balai. Sehingga dapat digali berbagai informasi yang konstrutif yang saling membangun, membina, memperbaiki antara BBKB dan konsumen dalam meningkat kualitas layanan balai .

 Kegiatan ini selain bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik akan tetapi juga memberikan informasi terbaru yang terkait standar pelayanan, baik dari jenis layanan,  prosedur, waktu, dll, dalam upaya mewujudkan pelayanan yang bersih dan optimal.

 Pertemuan tersebut menghadirkan 3 9tiga) narasumber dengan materi yang akan disampaikan, meliputi : Pelayanan Balai Besar kerajinan dan Batik (BBKB) yang disampaikan oleh Drs. A. Wisnu Pamungkas, M.Si; Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dengan penyaji Siti Rohmatul Umah, SE, M.Eng; dan Peluang  dan Dinamika Menembus  Pasar Luar oleh Febriyo Hadikesuma.

 

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter