Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogykarta, sebagai unit pelaksana teknis di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), Kementerian Perindustrian terus berupaya mendorong peningkatan industri kerajinan dan batik di Indonesia yang berdaya saing. Untuk itu pada hari Selasa, 26 Februari 2019 BBKB menggelar kegiatan temu pelanggan dengan tema “ Membangun Sinergi Dalam Usaha Peningkatan Kualitas Dan Standarsasi Industri Batik Dan Kerajinan bertempat di Gaia Cosmo Hotel Yogyakarta (26/2).
Kegiatan ini dihadiri tidak kurang dari 139 terdiri dari akademisi, asosiasi, pelaku industri dan berbagai dinas terkait agenda tahunan sebagai ajang bertemu pemberi layanan dan pelanggannya.  Oleh karena itu peran serta R&D BBKB yang berorientasi pada peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi, peningkatan inovasi dan kualitas produk sampai dengan menurunkan ketergantungan industri kerajinan batik pada bahan dan peralatan impor, sejalan dengan kebijakan Kementerian Perindustrian RI, BBKB juga terus mendorong pemanfaatan ICT (Information and Communication Technology) untuk mewujudkan industri kerajinan dan batik berbasis 4.0. Di samping itu, Layanan Jasa Pengujian Produk, Kalibrasi, Konsultansi dan Sertifikasi yang diberikan oleh BBKB bertujuan untuk memberikan jaminan kualitas dan standardisasi produk kerajinan dan batik. Kegiatan R&D  BBKB telah berhasil mendorong penggunaan pewarna.
Dalam kata sambutan dan arahan Kepala BPPI, Kementerian Perindustrian yang disampaikan oleh Kepala BBKB menyatakan bahwa tema ini sangat relevan dengan komitmen Kemenperin untuk meningkatkan kualitas dan daya saing industri. R & D sangat penting bagi kemajuan suatu negara. Litbang kemenperin harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dapat bersaing di luar negeri berbasis sumber daya lokal. Disamping itu komitmen BPPI untuk menjadi kawasan zona integritas yang kuat, sehingga BBKB pada tahun 2019 akan melaksanakan transaksi non tunai berkerjasama dengan BNI’46 Cabang Yogyakarta. Upaya penyebarluasan hasil riset terkait dengan  batik, BBKB juga melakukan kerjasama dengan penerbit AndiOffset Yogyakarta dan tahun 2019 telah di  launching sebanyak 3 (tiga) buah buku.
Pada kesempatan tersebut BBKB juga memberikan Apresiasi BBKB kepada pelanggan setia BBKB kepada 4 pelaku industri yaitu : 1. Pelanggan batikmark, Batik Kebon Indah merupakan pelanggan loyal layanan jasa Batikmark di BBKB sejak 2010 sampai sekarang. Jenis Batikmark adalah Batik Tulis, sedangkan spesialisasi produknya adalah batik yang menggunakan warna Alam. Pemilik Ibu Sri Windarti dengan alamat di Ds. Kebon, Bayat, Klaten, Jawa Tengah; 2. Pelanggan pengujian tekstil,  CV Kasih  Bunda merupakan pelanggan loyal jasa layanan pengujian khususnya tekstil.  Menjadi pelanggan sejak tahun 2014 sampai sekarang dengan rata-rata 9 kain per tahun dikirimkan ke BBKB untuk diuji sesuai standar uji SNI. Dimiliki oleh Bp Vijay Gurumukh dengan dibantu oleh Ibu Evy. Selain CV Kasih Bunda, beliau juga memiliki perusahaan lain yang juga  merupakan pengguna jasa di BBKB yaotu: CV. SIDODADI, CV. ARY PARTHA, CV. Wiradhikaz, CV. Rizalindo Success, CV. Gajah Mada, dan CV. Srikandi; 3. Pelanggan pengujian’ Pustaka Insan madani berdiri sejak 2015 di maguwo Yogyakarta. Punya merek. Jangkauan pemasaran;  4. Pelanggan sertifikasi produk alat olahraga Beralamat di Surabaya. Produknya 25% pasar lokal dan sisanya ekspor.
Disamping itu dalam kegiatan juga dilakukan penandatanganan Mou dan SPK dengan 11 Instansi diantaranya Nota kesepahaman dengan Kabupaten Bengkulu selatan tentang pengembangan desain motif khas, riset dan pelatihan dan BBKB; Nota kesepahaman tentang kerjasama pelaksanaan tridharma perguruan tinggi dan pengembangan budaya luhur dengan  UPN Veteran; Nota kesepahaman dengan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswo (UST) tentang kerjasama pelaksanaan tridharma perguruan tinggi dan pengembangan budaya luhur; Nota kesepahaman BBKB tentang penelitian dan pengembangan fiksator WA untuk batik dan karakteristik dengan Pusat Sains dan Teknologi Akselator Teknologi BATAN; Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH), Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan tentang penelitian dengan pengembangan WA untuk batik; Dinas Perindustrian Kabupaten Sampang tentang pengembangn IKM kerajinan dan batik di Kabupaten Sampang; Dinas tenaga kerja Kota Magelang tentang peningkatan dan pemberdayaan IKM kerajinan dan batik di kota magelang; Dinas Perindustrian dan perdagangan Kota Pasuruan tentang peningkatan dan pemberdayaan IKM kerajinan dan batik di Kota Pasuruan;  Jantra Mas Sejahtera tentang penelitian pengolahan serat kepompong samia sebagai bahan dasar serat sutera; GKBI tentang peningkatan kemampuan kelembagaan dan pengembangan IKM batik; BNI 46 tentang pemanfaatan jasa perbankan.
Acara tersebut juga disampaikan layanan BBKB dengan materi : Standar layanan BBKB yang disampaikan oleh Kabid PJT; Komitmen birokrasi bersih melayani oleh Kabag TU; Peningkatan kualitas dan standarisasi produk batik dan kerajinan melalui sistem manajemen mutu industri yang baik oleh Kabid Paskal; sedangkan Inovasi teknologi kerajinan dan batik oleh Kabid Saristand dan Kabid PEKAT.

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter