Koleksi Buku Perpustakaan BBKB

             




Jumlah Data : 7109

No Judul Abstrak Pengarang Penerbit Tahun Subyek
71 Indonesian Batik : Tranforming Tradition Into a Modern Trend
Kode Panggil: 75.02 Nur i
Mungkin ada banyak sekali bentuk warisan budaya Indonesia yang berakar dari zaman kuno dan telah bertahan dalam ujian waktu dengan memperbaharui diri di zaman modernitas tinggi ini. Di kalangan elit yang sangat kecil ini, batik adalah juaranya. Sebagai teknik dekorasi perintang warna yang dipraktikkan di beberapa daerah di Nusantara sejak lama, batik berkembang dan berkembang hingga dewasa di Jawa yang dijajah Belanda pada akhir abad ke-19. Pertama kali terkurung di ranah aristokrasi Jawa, beredar hanya di kalangan kelas atas lokal, batik telah menempuh jalur sejarahnya yang unik – berkat restu modernitas yang melahirkan komersialisme seperti yang kita kenal sekarang. Batik telah berhasil mengatasi masa-masa sulit - seperti Perang Dunia II (kelahiran gaya Jawa-Hokokai), melampaui provinsial menjadi pembentukan gaya nasional (pengenalan Batik Indonesia pada 1960-an atas perintah presiden pertama Sukarno), mengubah dirinya sendiri ke mode modern (terobosan teknis dilakukan oleh desainer Iwan Tirta pada tahun 1970-an dengan gaun haute-couture-nya) - sebelum mengambil langkah cepat menjadi mode jalan raya dari tahun 1980-an (produksi massal, berorientasi pasar tekstil cetak motif batik ) hingga gelombang kegemaran membatik akhir-akhir ini beberapa tahun terakhir ketika beberapa perancang busana muda seperti Edward Hutabarat memperbaharui batik menjadi 'the next cool thing' bagi para wanita urban paling kosmopolitan. Baik sebagai teknik maupun motif - sebenarnya, keduanya tidak dapat dipisahkan ketika berbicara tentang batik Indonesia - batik telah menentukan gaya nasional, dengan gemilang merayakan budaya lokal yang beragam yang telah membentuk negara-bangsa yang kita kenal sebagai Indonesia. Namun tantangan zaman tidak pernah berhenti. Seperti halnya banyak tradisi – begitu kaya makna dan simbol – batik perlu beradaptasi, meremajakan dan mengkontekstualisasikan diri di masa yang kompleks ini. Namun segala capaian teknis dan kemungkinan-kemungkinan yang mustahil tidak boleh menghapus pemahaman kita tentang apa yang membedakan batik: teknik dekorasi tahan pewarna yang selama ini hanya mungkin dilakukan dengan keterlibatan langsung tangan manusia dan pengrajin individu. Jangan disalahpahami lagi bahwa batik adalah tekstil tahan celup yang dibuat dengan canting atau stempel tembaga, dan tidak lebih. Wiendu Nuryanti Ministry of Culture and Tourism of Republic Indonesia 2008
72 Kreativitas dalam Pembuatan Canting Cap Batik Tembaga
Kode Panggil: 75.02 Kud k
Buku ini merupakan panduan yang langka dalam dunia batik tradisional. Menggambarkan secara lengkap langkah-langkah awal hingga akhir pembuatan cap batik berbahan tembaga, baik secara konseptual maupun praktiknya. Disusun berdasarkan pengalaman pribadi penulis sel sebagai praktisi, pengusaha, ilmuwan, pendidik, dan organosator institusi perbatikan di Indonesia. Dilengkapi skema-skema yang berfungsi sebagai upaya memperjelas atau mempermudah tahapan kerja pembuatan cap batik tembaga. Selain itu disertakan berbagai pola dan motif batik cap yang bertujuan merangsang inspirasi dan kreativitas operajin batik dan pembacadiperkenalkan dengan lustrasi gambar motif-motif kreasi desain batik cap karya penulis. Komarudin Kudiya CV Instan Grafika Sejahtera 2023 batik
73 Batik Histologi: Ekspresi Cultureneusship Kedokteran
Kode Panggil: 75.02 Cah b
Batik merupakan salah satu warisan budaya asli Indonesia yang telah disahkan UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi. Seiring perkembangan zaman, batik turut mengalami modernisasi baik dari segi motif dan teknik pembuatannya. Batik kontemporer merupakan salah satu bentuk pengembangan dari motif yang telah ada sebelumnya, dan buku ini mencoba untuk mengusung batik histologi sebagai salah satu alternatif desain motif batik kontemporer yang layak untuk dikembangkan. Batik histologi terinspirasi dari struktur tubuh manusia yang dilihat dari aspek mikroskopis, menjadikannya berbeda dari motif batik lazimnya. Dalam buku ini, batik histologi tidak hanya disifati sebagai salah satu ekspresi kebudayaan Indonesia yang unik, tetapi juga digali dari potensinya sebagai culturepreneurship, atau kewirausahaan berbasis seni dan budaya, yang dimotori oleh mahasiswa dan dosen yang berkecimpung di kedokteran. Bidang entrepreneurship pada era Revolusi Industri 4.0 yang akan segera melaju menuju Society 5.0 ini sering dikaitkan dengan pengembangan big data, teknologi informasi, Internet of things, dan artificial intelligence. Meskipun demikian, cepatnya perubahan dan dinamika teknologi ini hendaknya tidak meninggalkan nilai-nilai kebudayaan yang sarat makna agar kita tetap mampu hidup sebagai makhluk sosial dan makhluk yang berbudaya. Selain itu, adanya kebijakan Kampus Merdeka semakin melegalkan para akademisi muda untuk mempelajari keilmuan lintas bidang untuk memperkaya pandangan dan melahirkan ide inovatif. Oleh karenanya, batik histologi ini hadir sebagai ekspresi generasi milenial dan generasi Z dari dunia kedokteran yang ingin membangun perspektif lain dari bidang entrepreneurship. Wike Astrid Cahayani, dkk. Universitas Brawijaya Press 2021 batik
74 Filosofi Teras
Kode Panggil: 171 Man f
Lebih dari 2.000 tahun lalu, sebuah mazhab filsafat menemukan akar masalah dan juga solusi dari banyak emosi negatif, Stoisisme, atau Filosofi Teras, adalah filsafat Yunani-Romawi kuno yang bisa membantu kita mengatasi emosi negatif dan menghasilkan mental yang tangguh dalam menghadapi naik-turunnya kehidupan. Jauh dari kesan filsafat sebagai topik berat dan mengawang-awang, Filosofi Teras justru bersifat praktis dan relevan dengan kehidupan Generasi Milenial dan Gen-Z masa kini. Henry Manamparing Penerbit Buku Kompas 2021
75 Warta Akab: Wahana Komunikasi,Publikasi Dan Informasi Ilmiah
Kode Panggil: 05 Mad w 05.Des 2020
Muhammad Jihad Madiabu dkk Politeknik AKA 2020
76 Warta Akab: Wahana Komunikasi,Publikasi Dan Informasi Ilmiah
Kode Panggil: 05 Ard w 05.Des 2021
Ardina dkk Politeknik AKA 2021
77 Gema: Media Informasi & Promosi Industri Kecil, Menengah, dan Aneka
Kode Panggil: 05 Dir g Okt 2021
Teknologi Tepat Guna Kreasi Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta (hlm. 34-35). Sistem Manajemen Mutu IKM Mainan Anak (hlm 74-75 Jay dkk Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka 2021
78 Dinamika Kerajinan dan Batik
Kode Panggil: 05 Bal d 1 Juni 2022
1. Orediksi Adsorpsi Zat Warna Metilene Biru pada karbon Aktif Menggunakan Machine Kearning. 2. Pengembangan Motif Kembang Turi dan Koi untuk Inovasi Batik di Kelurahan Turi, Kota Blitar. 3. Pembagian Kerja Berdasarkan Gender pada Sentra Gerabah Desa Pagelaran Malang Jawa Timur. Perancangan Tindakan Mitigasi Risiko Berdasarkan 4. Proses Bisns dalam Rantai Pasok Industri Batik: Studi Kasus 5. Komparasi Gaya Visual dan Makna pada Desain Batik Tiga Negeri dari Solo, Lasem, Pekalongan, Batang, dan Cirebon. 6. Eketrokoagulasi Limbah Industri Sarung Tenun dengan Elektroda Al-Zn Disusun Seri. 7. Pebauatn Sistem Desain Interaktif untuk Ornamen pada Batik Pola Semen. 8. Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif Subsektor Kriya. 9. Zat Warna Aalami Berbasis Limbah Sabut Kelapa Muda (coco nucfera) untuk Pewarnaan Kain Batik. Tri Hadi Jatmiko dkk Balai Besar Kerajinan dan Batik 2022
79 Dinamika Kerajinan dan Batik
Kode Panggil: 05 Bal d 2 Desember 2019
1. Development of Wax Remover for Leather Batik Product. 2. Dyeing of Cotton Fabric With Natural Dye from Leaves Extract as Bio-mordant. 3. Pengaruh Bentuk Runner pada Cetakan RTV Silicone Rubber, Kecepatan dan Arah Putar Mesin Spin Casting Terhadap Keberhasilan dan Kualitas Produk Kerajinan Pewter. 4. Limbah Kertas Duplex untuk Bahan Canting Cap Batik. 5. Ikat Banawi: Menenun Riwayat Sungai Bengawan Solo dari Cariyosipun Banawi Sala. 6. Review: Pengembangan Batik Motif Khas Daerah di Balai Besar Kerajinan dan Batik. 7. Pewarnaan Batik Menggunakan Bubuk Pewarna Alam Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) 2019
80 Dinamika Kerajinan dan Batik
Kode Panggil: 05 Bal d 1 Juni 2019
1. Craftmanship: Sudut Pandang Pandai Besi 2. Motif Ukir Kayu dalam Krasi Batik Khas Jepara 3. Seni Rias Suku Dani dalam Penciptaan Cendera Mata Khas Papua dari bahan Bambu 4. Pengaruh Suhu Tuang pada Kualitas Gantungan Kunci Berbahan Baku Pewter dengan Metode Spin Casting. 5. Pengaruh Konsentrasi, Waktu Perendaman, dan Jenis Kayu pada Pengawetan Alami kayu menggunakan Ekstrak Daun Sambiloto 6. Pengembangan Dekorasi Warna Pada Anyaman Pandan Tasikmalaya. 7. Optimasi Parameter Ketahanan Luntur Batik Terhadap Keringat dengan Desain Eksperimen Taguchi Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) 2019