Koleksi Buku Perpustakaan BBKB

NoJudul Abstrak Pengarang Penerbit Tahun Subyek
7081 Inventarisasi Hasil Litbang
Kode Panggil: BBKB 083 Bad i 2006
kegiatan inventarisasi hasil litbang tahun anggaran 2006 menyajikan hasil inventarisasi litbang dari tahun 2000 sampai 2005 yaitu: dari berbagai data hasil litbang tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu: 1. kelopok berdasarkan proses 2. kelopok berdasarkan prototype 3. kelopok berdasarkan produk berdasarjan inventarisasi hasil litbang dari BBKB mempunyai data kegiata hasil litbang periode tahun 200-2005, sebagai bahan studi literatur. Badarudin, B Sc Balai Besar Kerajinan Dan Batik 2006 Hasil Litbang
7082 Identifikasi Desain Etnis Daerah Untuk Batik
Kode Panggil: BBKB 75.02 Uma i 2006
Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) memiliki sejumlah sumber daya, hardware maupun software serta keahlian yang berdaya guna untuk menunjang peningkatan daya saing produk kerajinan dan batik, khususnya daya saing dari segi desain, penampilan, teknologi penanganan dan pengolahan bahan baku serta produk. Hasil Riset dan pengembangan (R&D) produk kerajinan dan batik dari BBKB ini perlu disosialisasikan terus m enerus kepada masyarakat usaha kerajinan dan batik, agar mampu memberikan support pada peningkatan daya saing tersebut. Melalui kegiatan seperti pameran, workshop maupun kerjasama-kerjasama yang biasa dilakukan Balai Besar Kerajina dan Batik dengan pihak-pihak yang terkait dan peduli terhadap usaha kecil menengah ini selalu diinformasikan tugas dan fungsi BBKB serta hasil riset dan pengembangan yang telah dilakukan pihak BBKB, sebagai promosi dan informasi. Dalam rangka peningkatan sarana promosi,informasi dan pemasaran Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) maka dilaksanakan pengidentifikasian motif motif etnis daerah unuk batik , sebagai upaya agar masyarakat selalu dapat memanfaatkan hasil riset dan pengembangan tersebut untuk meningkatkan kemampuan desain terutama bagi masyarakat pada umumnya dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat. ke depan diharapkan akn terjadi komunikasi timabl balik dan kerjasama. Umar Setiadji, S.Teks Balai Besar Kerajinan Dan Batik 2006 katalog batik
7083 Uji Coba Pelapisan Emas Putih Pada Barang Perhiasan Imitasi
Kode Panggil: BBKB 671.1 Sit u 2006
emas merupakan logam mulia yang pada dasarnya berwarna kuning, logam tersebut akan berubah warna apabila dicampur dengan logam lain. emas putih adalah hasil percampuran antara emas dengan logam putih tertentu (platina dan turunannya, perak, nikel). berdasarkan campurannya maka emas putih dibagi menjadi 3 yaitu: - emas putih palladium - emas putih nikel - emas putih palladiun dan nikel karena barang perhiasan emas putih mahal, biasanya pemakai / konsumen hanya kalangan menengah keatas. untuk mengantisipasi hal tersebut maka dibuat perhiasan yang menyerupai emas putih yaitu dengan melapisi barang imitasi yang terbuat dari tembaga/kuningan dengan emas putih. emas putih yang digunakan dalam uji coba ini adalah jenis emas putih nikel. tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah perhiasan imitasi dan mengetahui komposisi dan kondisi operasi yang optimal dalam pelapisan emas putih hasil pengamatan menunjukan bahwa kondisi operasi optimal pelapisan emas putih: - suhu 50 drajat C - tegangan 2.5 volt /dm2 - waktu pelapisan 3 menit sedangkan komposisi larutan pelapis dalam setiap 3 liter adalah: - emas : 2 gram - nikel : 0,4 gram - tembaga : 0,3 gram Siti Utami.Dra,Msi BBKB 2006 pelapisan emas putih
7084 Pengembangan Produk Standar Lampu Gerabah
Kode Panggil: BBKB 666.32 End p 20
berbagai produk kerajinan dari gerabah banyak kita jumpai di pasaran, namun sampai saat ini produk standar lampu sebagai interior belum banyak dijumapai. pada percobaan ini dilakukan pengembangan disain gerabah menjadi standi standar lampu denganmenggunakan teknik putar pilin slab cetaj tuang dan finishing menggunakan cat reduksi serta anyaman dengan menggunakan tanah liat dari kasongan, bayat, rembang, dan malang produk ini durancang untuk melengkapi produk kap lampu yang telah dibuat dari kertas seni dan serat alam non tekstil yang telah terlebih dahulu di buat di BBKB . luaran dari kegiatan ini berupa 20 disain produk standar lampu terdiri dari 5 produk standar lampu finishing cat, 5 produk standar lampu finishing reduksi, 5 produk standar lampu finishing anyam, 5 produk standar lampu finishing laminasi kulit telor. dari hasil pengembangan produk standar lampu ini dapat disimpulkan bahwa teknologi pengolahan tanah liat yang ada di kasongan, malang, dan bayat telah menggunakan mesin penggiling sendangkan di Rembang belum menggunakan mesin. tanah liat dari kasongan, Bayat dan rembang termasuk tanah liat merah (eartware) dapat dibuat standar lampu dengan teknik pembentukan bodi diputar, dipilin, slab, dan cetak tekan serta dibakar dengan teknik dibakar dengan suhu rendah. tanah liat dari bayat dapat di gunakan untuk finishing dengan cara reduksi. tanah liat dari malang termasuk tanah liat putih dan dapat dibuat standar lampu dengan teknik cetak tuang dan pembakaran tinggi, sehingga dapat diglasir. Endang Pristiwati,Ir Balai Besar Kerajinan Dan Batik 2006 Gerabah
7085 Penyusunan Data Base Industri Kerajinan dan Batik Indonesia
Kode Panggil: BBKB 019.9 Soe p 2006
Pada masa mendatang indutri kecil & menengah kerajinan dan batik di harapkan dapat dijadikan sebagai salah satu pilar pendukung ekonomi. Dalam memberdayakan industri kecil - menengah tersebut serta menyongsong era pasar global tahun 2010 (APEC) perlu diupayakan agar usaha industri kecil dan menengah (IKM) dapat bersaing di pasaran bebas hambatan. salah satu upaya adalah dengan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM), penguasaan teknologi dan management serta pengembangan jaringan promosi pemasaran secara globat, sehinggandapat mewujudkan pengusaha kecil dan menengah yang tangguh, berdaya saing dan handal. BBKB sebagai salah satu instansi pemerintah yang secara fungsional bertanggung jawab terhadap pertumbuhan/perkembangan industri kerajinan dan batik di indonesia, mempunyai tantangan dan peluang untuk meningkatkan perannya di dalam memberikan layanan jasa pada industri yang bersangkutan. untuk itu BBKB mamandang perlu guna meningkatkan kinerjanya melalui pembangunan sebuah data base industri kerajinan dan batik seluruh indonesia yang mampu sebagai sarana dan prasarana pendukung bagi pengambilan keputusan management secara cepat dan tepat dan akurat, serta juga dapat diakses dengan mudah oleh kalangan industri maupun masyarakat umum. Soebardjo, S.Teks BBKB 2006 Data Base Kerajinan dan Batik
7086 Pemasyarakatan Teknologi Penyiapan Sea-Grass (Sant) Untuk Produk House-Ware Ekspor
Kode Panggil: BBKB 633.58 Aan p 2006
kerajinan anyaman serat alam non tekstil (SANT) mempunyai peluang ekspor cukup tinggi, selain didukung oleh sumber daya alam yang cukup melimpah, juga memiliki ciri khas dari segi desain maupun teknik pembuatannya. penyiapan bahan baku merupakan faktor yang sangat menentukan kualitas produk yang dihasilkan. Tumbuhnya jamur, serangga perusak, dan blue stain adalah dampak dari penyiapan bahan baku yang kurang baik. penyiapan bahyan baku SANT meliputi : penyeleksian, pengeringan, pencegahan jamur, serangga perusak, pemucatan, pewarnaan, dan pengerjaan akhir (finishing). sehubungan dengan hal tersebut, BBKB, Yogyakarta pada tahun 2006 mengadakan kegiatan pemasyarakatan teknologi penyiapan sea-grass (SANT) untuk produk House-Ware ekspor. Aan Eddy Antana, S.T. Balai Besar Kerajinan Dan Batik 2006 Serat alam non Tekstil
7087 Penerapan Motif Batik Klasik Yogya Dan Motif Jepang Untuk Pakaian Tradisional Jepang
Kode Panggil: BBKB 7.021.4 Rin p 2006
telah dibuat 30 motif kombinasi klasik Yogya-Jepang, 15 diantaranya diterapkan pada pakaian tradisional Jepang yang berupa Kiyaku, Obi dan Jimbe dengan bahan baku sutera dan katun, melalui proses batik tulis maupun cap, menggunakan pewarna alam dan pewarna sintetis non karsinogenik. pilihan warna berdasarkan selera masyarakat jepang yaitu mendominasi warna-warna pastel yang tidak menyolok, yag bisa dicapai dengan pewarnaan alami dan pewarna sintetis non karsinogenik jenis indigosol. kegiatan ini dirangkum dalam satu narasi yang memuat pembuatan pakaian tradisional jepang mulai dari bahan baku,persiapan pola,pemolaan, pelekatan lilin batik disamping pembuatan cap. Pewarnaan bahan baku sepanjang 14 m baik alam mauun sintetis non karsinogenik dilakukan secara manual, tidak menggunakan alat khusus. selain itu juga disusun katalog motif Yogya, motif Jepang serta kombinasinya. didukung oleh perpuduan motif klasik Yogyakarta dan motif Jepang, serta proses batik yang ramah lingkungan menggunakan pewarna alami dan pewarna sintetis non karsinogenik, pakaian tradisional Jepang yang dihasilkan ini diharpkan sangat diminati oleh masyarakat Jepang. Rini Purwani Hadjari, Ir Balai Besar Kerajinan Dan Batik 2006 Batik klasik yogya
7088 Monitoring Dan Evaluasi Pemasyarakatan Teknologi Balai Besar Kerajinan Dan Batik
Kode Panggil: BBKB 659 Ret m 2006
monitoring dan evaluasi meruoakan bagian dair kegiatan managemen dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana capaian dari pelaksanaan kegiatan dan hal-hal apa yang perlu dibenahi agar tujuan dan sasaran kegiatan dapat tercapai sesuai apa yang telah digariskan dalam perencanaan. dengan berlakunya SK Menperind NO. 46 /M.IND/KEP/VI/2006 tentang struktur dan organisasi BBKB maka struktur organisasi lama tidak berlaku lagi, sehingga kegiatan-kegiatan yang mengacukepada promosi dan jasa pelayanan teknis menjadi salah satu instrumen hal yang menjadi prioritas kegiatan monitoring dan evaluasi. sasaran responden ddipilih secara acark berdasarkan keterlibatannya dengan kegiatan BBKB dalam pemasyarakatan hasil litbang melalui diseminasi hasil litbang, pameran. responden berasal dari medan, Jawa Timur dan kalimantan selatan. setiap responden menulis secara umum kondisi perusahaan. mereka menjawab pertanyaan seputar keterlibatan mereka terhadap kegiatan dengan BBKB. pada umumnya responden memberikan respon yang baik dan mengharapkan peran yang lebih nyata dari BBKB. hasil dan monitpring dan evaluasi kegiatan BBKB diharapkan menjadi cermin pelaksanaan tugas dan fungsi BBKB dalam pengembangan industri kerajinan dan batik. Retno Widiastuti, Ir Balai Besar Kerajinan Dan Batik 2006 alihTeknologi
7089 Workshop/ Diseminasi dan Pelatihan Kerajinan Kertas Seni Berbahan Baku Limbah Pertanian
Kode Panggil: BBKB 676 Ach w 2006
produk kerajinan kertas seni atau lebih dikenal dengan sebutan " art paper" adalah produk kertas yang empunyai karakteristik yang spesifik dan artistik pada penampilannya. produk kertas seni yang berupa lembaran-lembaran dapat difungsikan sebagai salah satu bahan untuk membuat kerajinan yang bernuansa natural dan artistik. bahan baku kertas seni yang berasal dari limbah pertanian antara lain gedebog, mendong, enceng gondong yang diolah dengan menggunakan teknologi peralatan dan proses pembbuatan yang sangat sederhana dapat menghasilkan lembaran-lembaran kertas yang uni, spesifik serta mempunyai peluang pasar besar. lembaran-lembaran kertas seni merupakan bahan setengah jadi untuk membuat produk kerajinan misalnya kap lampu, hiasan dinding/lukisan, dll. desain merupakan faktor terpenting dalam pembuatan suatu produk, diterima tidaknya suatu produk dipasar ditentukan dari bagaimana desain produknya disamping mutu /kualitas. desain yang mengacu pada pasar akan mendapat peluang pasar yang besar. namun itu bergantung pada bagaimana pemasarannya. maka perlu dicoba desain-desain terutama desain kerajinan berbagai lampu sudut dan kapnya menggunakan kertas seni serta disain berbagai hiasan dinding/lukisan menggunakan kertas seni. kertas seni yang dibuat dari pemanfaatan limbah pertanian di Yogyakarta dan sekitarnya masih belum maksimal, maka upaya BBKB melalui pogja kertas seni melaksanakan desiminas/memasyarakatkan teknologi kertas seni berbahan baku limbah pertanian. kegiatan tersebut diikuti 20 rang , berasala dari Yogyakarta dan sekitarnya. dimulai dengan kegiatan workshop tentang kertas seni dan permasalahannya, bertempat di Hotel Wisnu Graha, Jl. Kusumanegara No. 144 Yogyakarta dan Lab Kertas seni untuk desiminasinya, diselenggarakan pada tanggan 20 - 25 November 2006. Achmad Arifin,S.Sr Balai Besar Kerajinan Dan Batik 2006 Kertas seni
7090 Penyusunan Rancangan SNI Produk Kerajinan Dan Batik Termasuk Alat Olah Raga
Kode Panggil: BBKB 389.6 Soe p 2005
telah dilakukan: Penyusunan Rancangan SNI Produk kerjinan dan Batik termasuk Alat Olah Raga, Tahun Anggaran 2005 sebanyak 10 (sepuluh) judul yaitu: 1. Kain batik tulis mori prima 2. Kain batik cap mori prima 3. Kain batik cap kombinasi tulis mori prima 4. Kain batik tulis mori primissima 5. Kain batik cap mori primissima 6. Kain batik cap kombinasi tulis mori primissima 7. kain batik tulis mori voalissima 8. Kain batik cap mori Voalissima 9. Kain batik cap kombinasi tulis mori voalissima 10. Bola Voli Soewardjono, B.Sc BBKB 2005 SNI Produk Kerajinan
7091 Pengembangan Desain Patchwork Untuk Produk Household Dan Asessories Busana Menggunakan Perca Batik
Kode Panggil: BBKB/746.3/Sri/p/200
Pengembangan Desain patchwork untuk Produk Household dan asessories busana menggunakan perca batik lebih difokuskan pada pengembangan kerajinan kriya tekstil wave untuk household dan asessories busana. Dalam pelaksanaannya pembuatan produk household dan asessories busana menggunakan bahan kain katun, katun campuran polyester dan polyester. Pembuatan kain berbulu secara manual ini dapat dibuat sebagai bahan baku pembuatan produk anatara lain sarung bantal kursi, karpet, dinner set, topi, rompi, ikat pinggang, tas dan lain-lainnya. Untuk kegiatan Rutin th 2005 ini hanya dibuat produk sarung bantal kursi dan tas. Kain perca batik yang dipergunakan adalah kain katun deaagn nomor benang lusi 15,5-31,2, nomor benang pakan 14,88-31,66 dan tetal benang lusi 28,2-43,2 tetal/cm2 dan tetal benang pakan 20,4-28,2 tetal/cm2. Kain lapisan bawah (polosan) yang dipergunakan adalah: 1. Kain polyester dengan nomor benang lusi 13,29-18,22 Tex, nomor benang pakan 17,58-18,89 Tex, dengan tetal benang lusi 45,66-24 tetal/cm2, tetal benang pakan 216,8-32,6 tetal/cm2. 2. Kain campuran katun polyester dengan nomor benang lusi 14,26-14,64 Tex, nomor benang pakan 13,33-14,43 Tex, dengan tetal benang lusi 29-48,3tetal/cm2, tetal benang pakan 24,3-30,6 tetal/cm2 3, Jarak stich mesin jahit dari 11,4-24 stich/inchi. Kain kerajinan kriya tekstil diuji ketahann pilling bulu dan ketahanan bulu dalam pencucian: Hasil pengujian ketahanan bulu dalam pencucian adalah nilai 4-4,5 Gray skale dan 4 staining skale. 2. Hasil pengujian pilling adalah standar pilling 2,2,2 dalam kondisi RH 65% 23 derajat Celcius. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa kerajinan kriya tekstil wave kekuatan bulunya baik, sehingga layak untuk bahan baku produk household dan asessories busana. Sri Endah Pujiati,Ir Balai Besar Kerajinan Dan Batik 2005 Perca Batik
7092 Pameran Texcraft
Kode Panggil: BBKB/061.4/Suk/p/200
Dengan diselenggarakannya Pameran Festival Kesenian Jogja dan Pameran Pembangunan oleh Dekranasda Propinsi DIY maka Balai besar kerajinan disamping berpatisipasi juga sebagai lembaga litbang bisa memasyarakatkan hasil litbang kepada masyarakat luas pada umumnya khususnya masyarakat di Jogja sehingga apa yang menjadi tugas dan fungsinya serta peningkatan mutu dari produk dari hasil litbang bisa dikembangkan oleh masyarakat luas khususnya kalangan pengusaha maupun pengrajin yang ada di Jogja khususnya.` Sukamto,Heribertus,B.Sc Balai Besar Kerajinan Dan Batik 2005 Pameran
7093 Uji Coba Pembuatan Bunga Kering Dengan Bahan Sant
Kode Panggil: BBKB/677/Suk/u/2005
Sukahono BBKB 2005 Serat alam
7094 Incubator Industri Kecil Garmen Dalam Pengembangan Batik Dan Tenun Hasil Uji Coba Desain Baru
Kode Panggil: BBKB 687.1 End i 2005
Program kegiatan Incubator industri kecil garmen dalam pengembangan batik dan tenun hasil uji coba disain baru ini dimaksudkan untuk melaksanakan upaya pemberdayaan masyarakat dalam bidang industri kecil garmen, melalui pembinaan dan pembentukan kelompok usaha kecil yang mandiri Balai Besar Kerajinan Dan Batik 2005 Garmen
7095 Pengembangan Disain Kap Lampu Dari Kulit Kerang Utuk Cinderamata Hotel
Kode Panggil: BBKB/679.9/Nur/l/200
Nuril Anwar Balai Besar Kerajinan Dan Batik 2005 Kerajinan kulit kerang
7096 Pengolahan Limbah Cair Industri Tembaga
Kode Panggil: BBKB/628.3/Ist/p/200
Pengolahan limbah cair industri tembaga ini menggunakan proses elektrokimia yang prinsipnya adalah mengalirkan arus listrik ke dalam air limbah, dimana arus tersebut menyebabkan ketidakstabilan pertikel tersuspensi dalam air limbah, termasuk logam, hidrokarbon dan organik. Ketika pertikel2 tersebut tidak stabil, akan terjadi gaya tarik2 antara ion yang muatannya berlawanan membentuk pertikel yang lebih besar sehingga mudah mengendap. Sampel air limbah diambil pada tahap sesudah pencucian dan sesudah pewarnaan dari industri kerajinan tembaga. Masing2 sampel limbah dimasukkan dalam bak kaca ukuran 17 cm x 17 cm x 12 cm. Proses elektrokimia dijalankan dengan elektroda Al, arus 10 V dan 20 V dimana untuk tiap2 arus selama 2 jam, & tiap1/2 jam diambil sampel limbah sebanyak 25 ml untuk dianalisa kandungan Cu-nya. Setelah dilakukan proses elektrokimia pada sampel air limbah sesudah pencucian, terjadi penurunan kandungan Cu paling banyak sebesar 35%, yaitu setelah proses selama 2 jam voltase 20 V. Sedangkan pada sampel air limbah sesudah pewarnaan, terjadi penurunan kandungan Cu paling banyak sebesar 85%, yaitu setelah proses selama 2 jam voltase 10 V. Pengolahan air limbah secara elektrokimia ini akan lebih optimal dengan mempertimbangkan pengaruh voltase, waktu pengolahan dan luas permukaan katoda. Istihanah Nurul Eskani, ST BBKB 2005 Limbah tembaga
7097 Penandaan SNI Produk Industri Bahan Baku Mori Batik
Kode Panggil: BBKB/389.6/Suj/p/200
Sujanarto.SE Balai Besar Kerajinan Dan Batik 2005 SNI Mori Batik
7098 Pengembangan Desain Perhiasan Dengan Menggunakan Mesin CNC
Kode Panggil: BBKB 671.12 Nur p 20
Dalam pembuatan barang perhiasan secara semi masal dengan metode casting memerlukan master yang digunakan sebagai acuan produk untuk diperbanyak. Master dapat berasal dari lilin ataupun bahan lain yang sesuai. Untuk membua tmaster tersebut biasanya dengan cara manual sehingga memerlukan pengalaman dan ketrampilan khusus. Hasilnya sering kurang sesuai dengan desain yang ada. Mesin Computer Numerical Control (CNC) dapat mengaplikasikan gambar menjadi produk dengan melalui perangkat komputer sehingga hasilnya sesuai yang dikehendaki. Dalam kegiatan ini mesin CNC yang digunakan jenis JWX 10. Mesin ini dapat mengaplikasilkan gambar desain menjadi produk dengan melalui komputerisasi. Perangkat komputer yang digunakan mempunyai spesifikasi khusus yang dapat memprogram desain untuk diaplikasikan ke mesin CNC. Bahan produk dapat berupa : lilin, akrilik, resin, plaster, stereofooam, plastisin, kayu, kuningan, dsb. Dalam kegiatan ini bahan yang digunakan sebagai produk adalah dari lilin dan akrilik. Hasil dari mesin CNC ini berupa prototipe produk lilin dan akrilik. Produk tersebut kemudian dijadikan produk logam yang selanjutnya dijadikan master untuk diperbanyak dengan menggunakan sistem casting. Nur Halim Balai Besar Kerajinan Dan Batik 2005 perhiasan
7099 Pengembangan Teknologi Alat Tepat Guna Untuk Kerajinan
Kode Panggil: BBKB 621.9 Sul p 200
Tempurung kelapa dan eceng gondok merupakan limbah yang membuat lingkungan menjadi kotor. Untuk membuat gerabah dengan kualitas baik, diperlukan lempung yang halus. Permasalahan pemanfaatan tempurung kelapa , eceng gondok dan untuk mendapatkan lempung halus telah mendorong untuk dibuatkannya alat-alat tepat guna untuk keperluan tersebut. Telah dilakukan kegiatan Pengembangan Teknologi Alat Tepat Guna untuk Kerajinan dengan fokus membuat alat-alat tepat guna untuk kerajinan tempurung kelapa, eceng gondok, dan alat saringan lempung. Hasil yang diperoleh adalah alat pemotong, alat pengeplong tempurung, alat pelobang tempurung, ayakan getar dan rol press eceng gondok. Sulaeman Balai Besar Kerajinan Dan Batik 2005 Alat Kerajinan
7100 Pemanfaatan Batang Resam (gleichinea Linearis) Sebagai Diversifikasi Bahan Baku Anyaman Dan Tenun ATBM
Kode Panggil: BBKB 633.58 Tau p 20
Penelitian Pemanfaatan Batang Resam (Gleichenia Linearis) Sebagai Diversifikasi Bahan Baku Anyaman Dan Tenun ATBM merupakan program pembangunan untuk tahun anggaran 2005. Pada penelitian ini di lakukan penujian bahan baku batang resam secara fisika dan kimia guna mendapatkan data sifat dari bahan tersebut dan evaluasi dapat di kemukakan antara lain : bahan batang resam dapat di gunakan sebagai bahan baku dari pertenunan dengan ATBM dengan hasil berupa lembaran yang mana bisa di buat bermacam-macam produk kerajinan misalnya tirai, tas dan lain-lain. Hal tersebut adalah unggulan dari proses pembuatan dengan ATBM, Sedangkan pada proses dengan tangantidak bisa membuat produk yang berupa lembaran. Untuk produk dengan ATBM dengan ukuran lembar 65 cm bahan akar resam batangan tiap 1 meter di perlukan waktu 60 menit, sedangkan untuk pertenunan dari bahan batang resam yang di serut atau hatinya diperlukan waktu yang relatip lebih lama untuk konstruksi dan lebar yang sama diperlukan waktu kurang lebih 3-4 jam. Tinjauan dari segmen ekonomis masih dapat bersaing dipasaran apa lagi masih meningkatkan produksi dari Tenunnya khusus untuk bahan batang resam yang sudahn diserut. Taufiq Agus Hidayat, Ir Balai Besar Kerajinan Dan Batik 2005 Bahan Baku Anyaman