Sisa-sisa kain tenun atau yang sering kita sebut “perca” kerap dianggap tak lagi bernilai. Padahal, di tangan yang kreatif, potongan kecil ini justru bisa menjelma jadi karya yang unik dan penuh cerita. Setiap serpihan tenun menyimpan motif, warna, dan jejak budaya yang berbeda—itulah yang membuat hasil olahannya terasa lebih hidup dan tidak pasaran. Mengolah perca bukan sekadar memanfaatkan limbah, tapi juga cara sederhana untuk menghargai proses panjang di balik selembar kain tenun.
Di banyak daerah, perca tenun mulai diolah menjadi berbagai produk menarik seperti tas kecil, dompet, aksesoris, hingga hiasan rumah. Prosesnya memang butuh ketelatenan, karena potongan-potongan kain harus disusun ulang agar tetap harmonis. Namun justru di situlah letak seninya—menggabungkan yang tersisa menjadi sesuatu yang baru dan bernilai. Bahkan, tak sedikit pelaku usaha kecil yang berhasil menjadikan produk berbahan perca ini sebagai ciri khas mereka di pasar kerajinan.
Lebih dari sekadar produk, olahan perca tenun membawa pesan tentang keberlanjutan. Di tengah isu limbah tekstil yang makin mengkhawatirkan, langkah kecil seperti ini bisa jadi bagian dari solusi. Jadi, kalau di sekitarmu ada sisa kain tenun yang belum termanfaatkan, mungkin ini saatnya melihatnya dengan cara berbeda. Dan kalau kamu ingin mencoba mengolahnya tapi masih bingung mulai dari mana, tidak ada salahnya belajar langsung di BBSPJIKB Kementerian Perindustrian. Siapa tahu, dari situ justru terbuka jalan untuk karya-karya baru yang selama ini belum terpikirkan.
Jalan Kusumanegara No. 7, Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta 55166
Telp. 0274-546111 Ext.109 | Fax. 0274-543582
E-mail:bbkb@kemenperin.go.id | Instagram : @bbspjikb_kemenperin | Whatsapp : 6282223799288


