WhatsApp
banner_6


YOGYAKARTA — Sebanyak 11 pelaku industri batik dan anyaman serat alam dari Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya mengikuti pendampingan UMKM Hijau yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Papua Barat pada Agustus 2026.

Kegiatan pendampingan berlangsung selama empat hari di kantor Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Yogyakarta. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai produksi hijau, efisiensi proses, pengembangan produk, serta peningkatan kualitas.

Dengan mengangkat kekayaan serat alam lokal dan motif khas Papua, para pelaku industri didorong untuk mengembangkan produk wastra dan kriya yang lebih berkualitas, efisien, dan berkelanjutan. Pendampingan ini diharapkan dapat memperkuat potensi lokal sekaligus meningkatkan daya saing produk wastra dan kriya dari Tanah Papua.

Kepala BBSPJIKB, Zya Labiba, berharap pemahaman mengenai produksi yang berprinsip pada konsep hijau dapat meningkatkan keterampilan dan daya saing produk para peserta.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Arif Rahadian, menyampaikan bahwa program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam menghasilkan wastra dan kriya berkualitas, tetapi juga memperluas wawasan mengenai manajemen serta pengembangan produk yang ramah lingkungan.

Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya mendorong industri yang tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga menerapkan proses produksi yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.


BALAI BESAR KERAJINAN DAN BATIK

Jalan Kusumanegara No. 7, Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta 55166
Telp. 0274-546111 Ext.109 | Fax. 0274-543582
E-mail:bbkb@kemenperin.go.id | Instagram : @bbspjikb_kemenperin | Whatsapp : 6282223799288

Bagikan di Media Sosial Anda