WhatsApp
ChatGPT_Image_7_Sep_2026,_10_13_18


 

 

 

 

Pakaian bayi merupakan salah satu produk tekstil yang memiliki intensitas kontak sangat tinggi dengan kulit bayi. Karena dikenakan dalam waktu yang lama dan bersentuhan langsung dengan kulit, aspek keamanan dan mutu pakaian bayi menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh produsen, pelaku usaha, maupun konsumen.

Salah satu parameter yang perlu diperhatikan dalam memastikan keamanan produk tekstil adalah kadar formaldehid pada kain atau pakaian bayi. Formaldehid biasanya digunakan dalam proses penyempurnaan tekstil, antara lain untuk membantu memberikan sifat anti-kerut, meningkatkan ketahanan tertentu pada kain, serta mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme selama proses penyimpanan. Namun, keberadaan residu formaldehid yang tidak terkendali pada produk tekstil dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan, terutama pada kelompok yang lebih rentan seperti bayi dan anak-anak. Oleh karena itu, pengujian kadar formaldehid pada pakaian bayi menjadi bagian penting dalam pengendalian mutu dan keamanan produk tekstil.

Apa Itu Formaldehid?

Formaldehid (CH?O) merupakan senyawa kimia yang mudah menguap dan banyak digunakan dalam berbagai sektor industri, termasuk industri tekstil. Dalam proses produksi tekstil, senyawa yang mengandung formaldehid dapat digunakan dalam proses penyempurnaan kain untuk memberikan karakteristik tertentu, seperti membantu mengurangi kerutan atau meningkatkan performa kain.

Permasalahan dapat muncul apabila masih terdapat residu formaldehid yang dapat terlepas dari kain setelah proses produksi. Residu tersebut dapat berpindah ke permukaan kulit melalui kontak langsung, terutama ketika kain dalam kondisi lembap akibat keringat.

Mengapa Formaldehid pada Pakaian Bayi Perlu Diperhatikan?

Pada pakaian bayi, perhatian terhadap keberadaan formaldehid menjadi semakin penting karena produk tersebut digunakan langsung pada tubuh dan dapat bersentuhan dengan kulit dalam waktu yang relatif lama.

Bayi memiliki karakteristik fisiologis yang berbeda dengan orang dewasa. Kulit bayi masih dalam tahap perkembangan dan cenderung lebih sensitif terhadap berbagai faktor lingkungan, termasuk paparan bahan kimia tertentu.

Paparan formaldehid pada konsentrasi tertentu dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, dan saluran pernapasan. Pada individu yang sensitif, formaldehid juga dikenal sebagai salah satu bahan yang dapat memicu dermatitis kontak alergi.

Karena itu, pengendalian kadar formaldehid pada produk tekstil, khususnya pakaian bayi, merupakan langkah preventif untuk membantu memastikan produk yang digunakan aman dan memenuhi persyaratan yang berlaku.

Batas Formaldehid pada Produk Tekstil

Untuk produk yang bersentuhan langsung dengan kulit, termasuk pakaian bayi, pengendalian kadar formaldehid menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan keamanan produk. Secara umum, persyaratan yang sering menjadi acuan adalah:

 

Pengujian Formaldehid di Laboratorium BBSPJIKB

Laboratorium Uji BBSPJIKB Kementerian Perindustrian memiliki layanan pengujian parameter formaldehid pada produk tekstil dengan metode SNI ISO 14184-1:2015 dalam ruang lingkup akreditasi laboratorium.

Layanan pengujian ini dapat menjadi bagian dari proses quality control (QC) bagi produsen dan pelaku usaha tekstil untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu dan keamanan yang ditetapkan.


BALAI BESAR KERAJINAN DAN BATIK

Jalan Kusumanegara No. 7, Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta 55166
Telp. 0274-546111 Ext.109 | Fax. 0274-543582
E-mail:bbkb@kemenperin.go.id | Instagram : @bbspjikb_kemenperin | Whatsapp : 6282223799288

Bagikan di Media Sosial Anda