WhatsApp
pexels-teona-swift-6850463


 

 

 

 

 

Shibori adalah teknik tradisional yang berasal dari Jepang. Teknik ini terkenal dengan metode pewarnaan kain yang mengandalkan pengikatan, pelipatan, dan penekanan pada kain yang dilakukan sebelum memasuki proses pewarnaan untuk menciptakan pola yang unik dan beragam. Teknik Shibori memiliki kemiripan dengan teknik jumputan yang saat ini sering kita jumpai di Indonesia. Shibori memiliki hasil cenderung abstrak dan geometris, sementara jumputan memiliki hasil motif dominan bulat atau lingkaran serta pola yang cenderung bebas dan spontan. Agar lebih mengenali teknik shibori, artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai sejarah perkembangan, dan jenis-jenis teknik batik shibori.

 

Sejarah dan Perkembangan Shibori

Kata shibori berasal dari bahasa Jepang shiboru yang berarti “memeras”, “menekan”, atau “mengikat”. Teknik shibori telah dikenal sejak periode Nara pada 710–794 M, ketika kain berwarna menjadi simbol status sosial dan ekonomi di masyarakat Jepang. Di masa saat itu, pewarna tekstil sulit didapatkan dan tergolong mahal. Oleh karena itu, masyarakat Jepang mengembangkan teknik pewarnaan pada kain yang memungkinkan untuk diolah berulang kali dan menghasilkan pola baru tanpa harus mengganti bahan. Hingga saat ini, teknik shibori berkembang sebagai teknik yang efisien dan bernilai estetika tinggi.

Shibori lebih sering diaplikasikan menggunakan pewarna alam indigofera dan menggunakan kain sutra dan rami.  Motif yang dihasilkan dari teknik ini memiliki fungsi sebagai hiasan maupun makna simbolik seperti keberuntungan, perlindungan dan harmoni dengan alam.

Penggunaan tekstil tradisional Jepang sempat mengalami penurunan akibat industrialisasi saat memasuki era modern pasca Perang Dunia II.  Namun, shibori mendapat perhatian kembali sejak tahun 1960-an mengikuti dengan meningkatnya minat dunia pada tekstil handmade dan teknik yang ramah lingkungan. 

Shibori memiliki keunikan dan filosofi yang kompleks dan terstruktur. Hal ini lah yang menjadi daya tarik dan tak jarang diadopsi oleh seniman tekstil, desainer fashion, maupun pelaku industri kreatif. Teknik shibori juga sudah mulai dikenali oleh masyarakat di Indonesia saat ini melalui berbagai pelatihan dari kriya tekstil, perajin, hingga media sosial. 

Jenis-Jenis Teknik Shibori

No

Jenis Shibori

Keterangan

1

Kanoko Shibori

Cr: Shibori

 

Dikenal sebagai west tie-dye. Teknik ini mirip dengan tie-dye, di mana kain diikat dengan benang untuk menciptakan pola berbintik atau berbentuk cincin.

2

Arashi Shibori

Cr: Common Fold Blog

Kain dililitkan pada pipa atau batang kemudian diikat dan dicelup, menghasilkan pola garis-garis diagonal yang menyerupai hujan badai.

 

3

Itajime Shibori

Cr: Pexels

Menggunakan teknik lipat dan jepit dengan papan kayu untuk menciptakan pola geometris yang simetris

4

Kumo Shibori