Jumlah Data : 7026
No | Judul | Abstrak | Pengarang | Penerbit | Tahun | Subyek |
---|---|---|---|---|---|---|
5417 | Rencana kebutuhan peralatan laboratorium Kode Panggil: BBKB 621.9 - r c.2 |
Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Industri Kerajinan Dan Batik | 1984 | rencana kebutuhan peralatan laboratorium | ||
5418 | Penelitian perekayasaan pembuatan prototip alat pelubang hijiran Kode Panggil: BBKB 621.9 - p 88-89 66 |
Alat pelobang lampit manual yang dimiliki pengrajin belum dilengkapi alat pengatur, maka pemakai alat tsb haruslah seorang tenaga yang sudah trampil, meskipun demikian alat manual yang ada masih sering meleset/kurang tepat. Hasil yang diperoleh dari penelitian dilengkapinya alat tsb dengan : - Alat pengatur jarak pelobang - Alat penjepit/penekan rotan waktu dilobang - Alat dudukan jarum yang dapat diatur maju mundur. Alat ini memudahkan dalam pemakaian, mudah dibuat dan dapat dijangkau pembelinya oleh pengrajin kecil. | Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Industri Kerajinan Dan Batik | 1989 | prototip alat pelubang hijiran | |
5419 | laporan pelaksanaan pendidikan dan latihan teknologi konstruksi karoseri kendaraan bermotor roda empat di tingkat supervisor di yogyakarta Kode Panggil: BBKB 629.01 Bal l |
Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Industri Kerajinan Dan Batik | 1992 | teknologi konstruksi karoseri kendaraan bermotor roda empat | ||
5420 | Laporan pelaksanaan pendidikan dan latihan teknologi konstruksi karoseri kendaraan bermotor roda empat di tingkat supervisor di Yogyakarta Kode Panggil: BBKB 629.01 Bal t |
Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Industri Kerajinan Dan Batik | 1992 | teknologi konstruksi karoseri kendaraan bermotor roda empat | ||
5421 | Penelitian rekayasa alat pembengkokan iratan bambu untuk mebel dengan sistem uap panas Kode Panggil: BBKB 621.9 Suk p 96-97 |
Dalam proses laminasi iratan bambu menggunakan bahan perekat tertentu, menggunakan uap panas setengah kering dan melalui pengepresan, akan terbentuk komponen mebel bambu. Uap panas setengah kering didapat dengan memanaskan air dalam katel tertutup (Boiler), kemudian uap yang dihasilkan dipanaskan lagi dan dialirkan dalam bak pemanas (Steamer). Uap dalam bak pemanas (Steamer) digunakan untuk memanas iratan bambu yang sudah diberi lem dan dipres dalam jig/mal. Sebagai pengaman dalam bak pemanas (Steamer ) bagian bawah diberi kran pengaman pembuang uap, pengaman ini juga berpungsi sebagai pembuang air yang terjadi akibat proses pembangunan yang akan mengurangi proses pemanasan. Untuk efisiensi panas dalam bak pemanas, tutup bak dilapisi penyekat karet/asbes agar panas yang terbuang relatif kecil. Alat ini memerlukan kalori minyak tanah sebanyak 0,4 1/jam untuk pemanasan awal dan 0,75 1/jam untuk pemanasan brt. Untuk 1 set saja meja kursi diperlukan waktu pemanas +_3 jam | Ir. Sukundayanto | Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Industri Kerajinan Dan Batik | 1997 | alat pembengkokan iratan bambu |
5422 | Penelitian Perekayasaan Pembuatan Alat Celup Benang Tenun Bentuk Streng (Hank) Kode Panggil: BBKB 621.9 - p 92-93 c.2 |
Proses pencelupan benang tenun di industri kecil belum berjalan dengan efisien karena benangnya sering kusut. Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa kekusutan tsb akibat: a) Gesekan antara benang dengan kayu/bambu (waktu dicelup) b) Di peras dan c) Di kebut. Untuk menghindari kekusutan tsb, selama proses pencelupan benang diusahakan masih stabil pada jantra. Teknologi pencelupan, teknik/putran dan regangan serta teknik pengerjaan bahan logam menjadi landasan dalam merekayasa alat. Pengerjaan rekayasa meliputi perencanaan pembuatan kerangka, pembuatan bak dan jantra serta pembuatan as dan gigi penghubung gerakan. Dari uji coba alat menunjukkan bahwa alat siap untuk dioprasikan. | Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Industri Kerajinan Dan Batik | 1993 | alat celup benang tenun | |
5423 | Pengembangan Peralatan Kombinasi Gerinda dan Polis yang Tepat Guna untuk Produksi Kerajinan Batu-batuan Kode Panggil: BBKB 621.9 - p 92-93 c.1 |
Masin/alat merupakan sarana penentu didalam mengejar tingkat produktifitas suatu jenis usaha, artinya semakin tinggi produktifitasnya suatu usaha berarti semakin tinggi pula peranannya usaha tsb didalam mencapai suatu tujuan. Mesin gerinda dan polish di rancang untuk memenuhi pengusaha batu2an untuk dijadikan barang2 kerajinan seperti: akik, cicin dan bros. Untuk mengetahui tingkat produktifitas terhadapa mesin gerinda dan polish. yang dibuat oleh BBKB diadakan uji coba ditempat perajin dengan demikian sampai seberapa jauh kelebihan dan kekurangannya dari pada mesin tsb akan dapat diketahui. Dalam pelaksanaan uji coba tsb menggunakan 10 sample bahan batu dengan variasi berat yang berbeda2, baik untuk mesin buatan BBKB maupun terhadap alat yang dipakai perajin sendiri. Ternyata mesin buatan BBKB mempunyai kecendurungan lebih cepat dengan rata2 6 menit tingkat produktifitasnya terhadapa alat perajin yang sering mereka gunakan. | Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Industri Kerajinan Dan Batik | 1993 | kerajinan batu-batuan | |
5424 | Penelitian pemanfaatan sekam padi sebagai bahan bakar industri kerajinan gerabah Kode Panggil: BBKB 631.56 - p 92-93 c.2 |
Pada penelitian "Pemanfaatan Sekam Padi Sebagai Bahan Bakar Industri Kerajinan Gerabah" dilakukan dengan 2 cara, yakni : 1. Pembakaran dari bawah 2. Pembakaran dari bawah dibantu dengan memasukkan sekan dari ruang tungku. Suhu tertinggi yang dicapai dengan cara (1) yaitu 400 derajat Celcius selama 8 jam pembakaran, dan bahan bakar yang dibutuhkan 100 kg sekam suhu tertinggi yang dicapai dengan cara (2) yaitu 475 derajat Celcius selama 3 1/2 jam pembakaran dan bahan bakar yang dibutuhkan 80 kg sekam keretakan yang terjadi pada sebagian produk diperkirakan karena gerebah siap bakarnya belum kering benar. Melihat suhu maksimal yang dicapai baik pada cara (1) maupun cara (2) maka dapat disimpulkan bahwa sekam hanya baik untuk pembakaran awal. Setelah itu untuk mencapai suhu yang diinginkan harus ditambah bahan bakar yang nilai bakar/panas jenis lebih tinggi, misalnya: kayu bakar, batu bara curah, brikat gambut dll. | Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Industri Kerajinan Dan Batik | 1993 | sekam padi | |
5425 | Dasar-dasar anyaman bambu Kode Panggil: BBKB 633.58 Sam d c.3 |
Samidjan | Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Industri Kerajinan Dan Batik | 1975 | anyaman bambu | |
5426 | Konstruksi bambu Kode Panggil: BBKB 633.58 Sam k c.1 |
Samidjan | Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Industri Kerajinan Dan Batik | 1976 | konstruksi bambu |