Keinginan yang kuat untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas batik, Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) beserta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat mengunjungi Balai Besar Kerajinan dan Batik  (7/2). Kunjungan diterima langsung Kepala BBKB Ibu  Titik Purwati Widowati di dampingi para pejabat eselon III & IV BBKB

Dalam kata sambutannya, kepala BBKB menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Dekranasda dan Disperindag Kota Solok untuk mengunjungi BBKB. Kedepan diharapkan mampu meningkatkan kualitas batik melalui kerjasama dan sinergitas dengan BBKB guna menggerakan perekonomian masyarakat. BBKB merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis yang bertanggungjawab kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), Kementerian Perindustrian. Adapun pelayanan yang dimiliki di bidang riset, standardisasi, pengujian, sertifikasi, kalibrasi,  rancang bangun, rekayasa, diklat, konsultasi industri.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dekranasda Kota Solok Ibu Zulmiyetti Zul Elfianmenyampaikan rasa bangganya, karena BBKB  memiliki banyak kemampuan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Solok, khususnya dalam peningkatan kualitas batik melalui pengembangan desian motif dan pewarnaan. Sehingga peningkatan kompetensi bagi para pengrajin merupakan prioritas utama yang akan dilakukan guna menumbuhkan motif-motif baru khas solok.

Memasuki sesi diskusi disampaikan berbagai permasalahan yang di ada Kota Solok, antara lain motif batik sulit berkembang, pewarnaan pada pembatikan yang kurang baik,  sulitnya menumbuhkan wirausaha baru, mahalnya harga kain batik, klaim dari daerah lain terkait motif yang sudah ada.

Terkait dengan permasalahan tersebut, maka perlu adanya peningkatan kompetensi melalui pelatihan desain dan pewarnaan, baik mengirimkan para pengrajin ke BBKB atau memanggil instruktur untuk mengajar di Solok. Desain motif khas daerah dapat dibuat dengan memasukan ikon-ikon, relief, flora fauna yang menjadi ciri khas kota Solok. Begitu juga terkait pewarnaan perlu dilakukan obsevasi SDA yang tersedia, sehingga potensi bahan baku lokal  yang tersedia dapat diolah menjadi zat pewarnaan untuk pembatikan. Sedangkan untuk melindungi kekayaan motif khas daerah solok, instansi terkait untuk melakukan identifikasi dan mendaftar HKI nya ke Kanwil Kemenkumham terdekat.

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter