Koleksi Buku Perpustakaan BBKB

NoJudul Abstrak Pengarang Penerbit Tahun Subyek
21 Program Penerapan 5K Pada Balai Besar Kerajinan Dan Batik
Kode Panggil: BBKB 331 Sup p 2018
Program pelaksanaan penerapan Budaya Kerja Keteraturan , Kebersihan , Kelestarian , kedisiplinan (5K) pada hakekatnya merupakan usaha terpadu oleh seluruh karyawan / karyawati di dalam lingkungan Kememntrian Perindustrian. Sebagai institusu yang berada di bawahnya maka Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta mempunyai tangung jawab moral untuk merespon program yang di canagkan oleh kementrian perindustrian tersebut. Dalam pelaksanaannya , penerapan 5K Menggunakan metode PDCA (Plan Do, Check,Action) . Plan, pada tahap ini yang dilakukan adalah melakukan identifikasi masalah dengan menggunakan metode tinjauan lapangan, pemetaan penunjang kesuksesan BBKB ,dan diagram fishbone untuk selanjtnya di baut rencana perbaikannya yang telah disusun . Check , pada tahap ini yang dilakukan adalah monitoring dan evaluasi pelaksanaan dari rencana perbaikan dari proses evaluasi yang dilakulan dan melakuakan standarisasi terhadap sistem yang sudah dapat berjalan dengan baik . Pelaksanaan 5K Pada tahun 2018 mencakup semua ruanmgan yang ada di BBKB . Hasil dari pelaksanaan 5K ini adalah terciptanya suatu tempat kerja yang teratur , rapih,bersih ,serta budaya kerja terstandar dan di siplin . Teratur berati area kerja bebas dari perangkat yang tidak di butuhkan dalam proses kerja . rapih berati semua perangkat mempunyai identitas yang jelas serta lokasi penyimpanan yang jelas pula. Bersih artinay lokasi kerja senantiasa dibersihakan secara rutin sehingga serta jika terdapat suatu keadaan abnormal , segera dapat di ketahui . Terstandar berati budaya kerja yang sudah baik di tuangkandalam suatu SOP sehingga siapapun petugasnya akan melakukanproses kerja yang sama . DIsiplin berati semua tugas yang ada berkomitmen tinggi untuk menjalankan SOP yang sudah di sepakati bersama. Kata Kunci : 5K, Keteraturan, Kerapihan, Kebersihan, Kelestarian, Kedisiplinan. Supriyanta, SIP Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018 5K
22 Kegiatan Laboratorium Kalibrasi
Kode Panggil: BBKB 061.62 Per p 2018
Layanan Laboratorium Kalibrasi merupakan salah satu kegiatan yang di laksanakan pada tahun anggaran 2018 di Balai Besar Kerajinan dan Batik. Program ini dilaksanakan tiap tahunnya sebagai upaya penguatan struktur Balai Besar Kerajinan dan Batik dan peningkatan secara berkelanjutan agar LPK yang telah terbentuk tetap eksis dan konsisten terhadap persyaratan yang diacu. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pengadaan bahan dan alat, pelaksanaan kalibrasi, kalibrasi alat standar, pemeliharaan/perbaikan alat, pelatihan SDM, evaluasi dan pembuatan Laporan kalibrasi. Pengadaan sarana dan prasarana juga untuk mendukung kinerja laboratorium kalibrasi dalam peningkatan pelayanan terhadap pelanggan. Pelatihan internal dan eksternal dibidang teknis maupun manajemen dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang ada di Laboratorium sebagai daya dukung terciptanya lembaga yang kompeten. Tahun ini output yang ditargetkan tercapai yaitu 400 sertifikat hasil kalibrasi. Pada tahun 2018, sampel alat yang masuk ke Laboratorium Kalibrasi antara lain sebanyak 190 sampel alat, dimana sampel alat tersebut terdiri dari 18 sampel alat ruang lingkup masa, 99 sampel alat ruang lingkup temperatur/enclosure, 69 sampel alat ruang lingkup volumetri, 4 sampel ruang lingkup instrumen analitik/pH meter, dan 5 sampel alat ruang lingkup tekanan. Kata Kunci: Laboratorium, LPK, Kalibrasi, Akreditasi Arif Perdana,S.Si Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018 lab kalibrasi
23 Kegiatan In House Riset
Kode Panggil: BBKB 389.6 Wid i 2018
Nikmah Widiharini Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018 SNI-emas
24 Kegiatan Lembaga Sertifikasi
Kode Panggil: BBKB 061.62 Ind k 2018
Untuk melindungi produk dalam negeri dan mambatasi masuknya produk luar negeri maka penerapan Standrd seperti Standard Nasional Indonesia (SNI) mutlak diperlukan, demikian juga dengan produk batik harus dilindungi keasliannyadan di benar-benar dibuat di Indonesia dengan Batikmark. Oleh karena itu Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) selaku instansi teknis yang memberikan bimbingan kepada IKM membantu memberikan SNI melalui Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) TOEGOE yang telah di akreditasi oleh KAN serta memberikan sertifikasi Batikmark untuk produk batik. Kegiatan lembaga sertifikasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing industri kerajinan dan batik dalam menghadapi pasar global dan meningkatkan pelayanan BBKB kepada IKM Kerajinan dan Batik. LSPro Toegoe pada tahun 2016 ini telah memberikan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI) kepada 35 industri yang terbagi menjadi 2 jenis sertifikasi yaitu 8 industri disertifikasi dengan skema 3 dan 27 industri disertifikasi dengan skema 1b. Industri yang menggunakan skema 1b adalah industri mainan anak dan pakaian bayi yang SNInya merupaka SNI wajib. Sementara untuk Batikmark, seksi sertifikasi telah mengeluarkan 46 sertifikat batikmark untuk industri batik yang berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk sertifikasi alat olahraga dan emas mengajukan sertifikasi dengan biaya sendiri dan atas fasilitas yang diberikan oleh Badan Standarisasi Nasiona, demikian juga untuk industri mainan anak dan pakaian bayi sebagian besar dengan biaya sendiri dan hanya sedikit yang dibantu oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat dan Universitas. Dalam monitoring yang dilakukan pada saat ada pameran hampir semua IKM Batik tidak mencantumkan label batikmark di produknya. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa industri alat olahraga dan emas yang telah memperoleh SPPT SNI konsisten menerapkan sistem manajemen mutunya sehingga produk yang dihasilkan juga memenuhi syarat dalam SNI yang diacu. Sedang untuk industri mainan anak dan pakaian bayi karena SNI nya diberlakukan secara wajib maka mau tidak mau industri harus mandiri melakukan sertifikasi. Untuk Batikmark perlu dikaji ulang karena banyak industri yang kurang tertarik menerapkannya. Kata Kunci: Standard Nasional Indonesi, Lembaga Sertifikasi Produk, Sertifikasi Batikmark Dwi Indarto, B.Sc Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018 lembaga sertifikasi
25 INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT
Kode Panggil:
Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang), kerjasama, standardidasi, pengujian, sertifikasi, kalibrasi, pengembangan kompetensi industri dan beberapa pelayanan jasa teknik dibidang kerajinan dan batik. Komitmen BBKB dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selalu dioptimalkan dengan melakukan penilaian dan pengukuran kinerja unit pelayanan publiknya. Diharapkan dengan hasil pengukuran ini BBKB dapat memperbaiki kekurangan dalam layanan yang diberikan serta mempertahankan pelayanan yang sudah baik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui tingkat kinerja Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan sekaligus sebagai wahana menyerap aspirasi masyarakat baik berupa saran, harapan, sekaligus keluhan terhadap pelayanan yang telah diberikan selama ini untuk dijadikan pedoman kebijakan, program dan strategi guna peningkatan pelayanan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan beberapa metode, yaitu penyiapan materi berupa penyusunan kuesioner, penetapan responden dan lokasi dan pengumpulan data, pengolahan data, metode pengolahan data, dan laporan hasil penyusunan indeks kepuasan masyarakat layanan BBKB. Hasil dari kegiatan ini yaitu didapatkannya nilai indeks kepuasan masyarakat layanan BBKB. Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang diperoleh dari 178 responden yang telah mengisi kuesioner adalah 3.69 (SANGAT BAIK) Kata Kunci: indeks kepuasan masyarakat, peningkatan layanan. Harnandito Paramadharma, S.Ds Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018
26 Penanganan Pengaduan Masyarakat
Kode Panggil: BBKB 658.818 Par p
Harnandito Paramadharma, S.Ds Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018
27 Pelatihan Teknis Kerajinan Dan Batik Kepada Masyarakat
Kode Panggil: BBKB 331.053.5 Pra p 2018
Heri Pramono, SIP,SH.MM Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018 pelatihan
28 Temu Pelanggan Balai Besar Kerajinan Dan Batik
Kode Panggil: BBKB 351.78 Par t 2018
Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) memiliki tugas mnelaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang), kerjasama, standardidasi, pengujian, sertifikasi, kalibrasi, pengembangan kompetensi industri dan beberapa pelayanan jasa teknis di bidang kerajinan dan batik. Hasil litbang dan jasa layanan tersebut perlu di sosialisasikan kepada masyarakat terutama yang bergerak dibidang kerajinan dan batik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjembatani aspirasi yang ingin disampaikan langsung oleh masyarakat kepada pihak BBKB. Memberikan apresiasi kepada pelanggan loyal dan mendekatkan hubungan BBKB dengan pelanggan untuk sama-sama mencari solusi terbaik guna meningkatkan pelayanan BBKB kedepan. Serta mengukur tingkat pelayanan publik BBKB. Kegiatan ini dilaksanakan dengan beberapa metode, yaitu penyiapan materi berupa standar pelayanan publik BBKB, pengumpulan informasi pelayanan jasa teknis tahun 2018 dan pembuatan kuesioner kepuasan masyarakat serta menyelenggarakan kegiatan temu pelanggan dalam bentuk diskusi panel. Hasil dari kegiatan ini yaitu terselenggara satu kali kegiatan Temu Pelanggan di Yogykarta. Kata Kunci: Temu Pelanggan, layanan Jasa Teknis Harnandito Paramadharma, S.Ds Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018 temu pelanggan
29 Penerapan Hasil Litbang BBKB
Kode Panggil: BBKB 658.312 Nur p 2018
Program ini memberikan bantuan pengembangan dan penerapan teknologi yang dilakukan oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik guna mengatasi permasalahan yang dihadapi IKM dalam rangka meningkatkan efisiensi, produktivitas, nilai tambah, daya saing dan kemandirian industri. Tujuan diadakannya program Penerapan Hasil Litbang, antara lain meningkatnya daya saing IKM dengan memanfaatkan dan mengembangkan hasil riset dan teknologi industri Balai Besar Kerajinan dan Batik, meningkatnya kemampuan teknologi IKM dengan bantuan tenaga Peneliti dan Perekayasa Balai Besar Kerajinan dan Batik untuk mengatasi permasalahan teknologi IKM. Keluaran yang diharapkan dari program kegiatan ini adalah berhasil diterapkannya hasil penelitian dan pengembangan Balai Besar Kerajinan dan Batik pada IKM yang bergerak di bidang batik dan kerajinan. Hasil penelitian dan pengembangan Balai Besar Kerajinan dan Batik yang diterapkan pada IKM tahun 2018 sejumlah 3(tiga) judul yaitu: a. Jumputan inovasi pada IKM Jumputan, di Yogyakarta b. Pengembangan Furniture, Kerajinan dan Produk Fashion dari Limbah Kayu Manis, di Banyumas c. Rekayasa Kompor Gas Batik, di Sleman Sri Nurwidiyanti,SE Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018 penerapan litbang
30 Rekayasa Alat Pintal Limbah Serat Rami (Boehmeria Nivea)
Kode Panggil: BBKB 621.9 Sul r 2018
IKM pengolahan serat rami di Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah adalah Industri Kecil yang mengolah batang rami menjadi pita seta rami dengan proses mekanis tanpa dilakukan proses kimiawi , saat ini pengolahan rami tersebut menghasilkan limbah yang cukup banyak berupa gumpalan serat , serat limbah rami tersebut merupakan serat yang di potong dari bagaian pangkal batang dan akar rami yang belum bisa di manfaatkan. Perekayasaan alat pintal serat limbah rami yang terdiri dari alat pengurai dan alat pemital di lakukan oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik pada tahun 2018 ini dimaksudkan untuk memecahkan masalah limbah pada IKM serat rami, dengan menggunakan alat hasil perekayasaan ini dapat memanfaatkan serat limbah rami sebagai bahan baku industri dan industri kerajinan . Prinsip Kerja alat hasil perekayasaan ini menggunakan sisitem mekanis tanpa perlakuan pendahuluan terhadap serat limbah rami tersebut , darei hasil uji coba yang dilakukan alat pengurai limbah rami mampu mengurai serat limbah rami menjadi serat yang dapat dimanfaatkan sebagai substitusi bahan baku komposit pada industri komponen automotif dan bahan baku industri tekstil . Kata Kunci : serat limbah rami , pengurai serat limbah rami, pemintal serat , limbah rami, substitusi bahan baku industri tekstil, bahan baku kerajinan. Ir. Sulistyono BBKB 2018 Rekayasa alat, rami
31 Inovasi Pengembangan Desain Produk Interior yang Berbasis Bahan Baku Kayu Perkebunan dan Bambu
Kode Panggil: BBKB 7.02 Suc i 2018
Perubahan fenomena globalisasi dan kemajuan teknologi yang terus berjalan cepat, harus dapat dimanfaatkan sebesar-besarnyabagi peningkatan daya saing produk (competitive advantage). Keterlibatan teknologi dalam pengembangan desain produk yang berinterior pasar (market oriented)telah diaplikasikan sebagai variabel utama dalam perencanaan produk. Pertumbuhan hotel dan airport di Indonesia sangat cepat, seiring meningkatnya kunjungan wisata (wisnus dan wisman), dan mobilisasi atau pergerakan manusia antar wilayah, khususnya kota-kota yang menjadi wisata dan dampak tumbuhnya pemekaran wilayah di Indonesia. Penggunaan produk interior hampir diseluruh ruang hotel dan airport dominan masih menggunakan produk yang berbasis bahan kayu kelas I, kayu lapis, logam, dan fiber. Desain kedaerahan yang berkesan monoton, relatif kurang menarik, terkesan kaku dan dipaksakan. Bambu, sumber bahan bakunya cukup tersedia, begitu juga kayu yang berasal dari perkebunan sawit, karet, dan kopi yang sudah tidak produktif ketersediaannya sangat melimpah. Pengembangan desain inovatif berbasis bahan baku kayu perkebunan dan bambu untuk interior hotel dan airport, sebagai terobosan produk kompetitif yang berdaya saing. Desain dibuat dan disesuaikan dengan tata ruang, warna, dan peruntukan yang memberikan kesan mewah, futuristik, dan bermuatan motif kearifan lokal. Perancangan dan pembuatan produk disesuaikan dengan kondisi yang sebenarnya, melalui tahap analisa kelaikan tekno-ekonomi, market test, sense of consumer, pembentukan motif daerah yang terpilih, dan teknik finishing (glow-fluorescent technique) yang terintegrasi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk kayu perkebunan dan bambu melalui inovasi diversifikasi produk pengembangan desain produk, peningkatan kinerja rangkaian produksi, pemetaan kandungan teknologi industri kayu bambu dan strategi pengembangan dengan merancang industri kayu bambu kreatif yang efesien dan kompetitif. Prosedur kegiatan ini meliputi, identifikasi kandungan teknologi industri kayu bambu, identifikasi dan aproval motif ukir kearifan lokal yang siap terap pada produk interior dan buliding, meningkatkan performa produk kayu dan bambu melalui treatment pengolahan dan finishing. Hasil kegiatan menunjukan bahwa kayu karet dan kopi yang diawetkan secara alami dengan lama perendaman 2 minggu dapat mencapai standar nilai retensi (>8Kg/m3) untuk penggunaan dalam ruang. Sementara untuk proses finishing glow in the dark campuran resin unsaturated polyester resin (UPR) dengan strontium aluminate dapat memiliki nilai intensitas cahaya maksimal sampai dengan +30 lux setelah penyinaran dibawah sinar matahari selama 1 jama dan memiliki durasi pendar selama kurang lebih 3 jam setelah penyinaran. Agung Eko Sucahyono, ST, M.MT Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018 Desain interior
32 Peningkatan Kerjasama Penelitian Dan Pengembangan
Kode Panggil: BBKB 061.61 Nug p 2018
Setiap kegiatan baik berupa suatu penelitian, pengembangan, sosialisasi dan sebagainya membutuhkan suatu bukti pertnggungjawaban. Pertanggungjawaban meliputi pertanggungjawaban keuangan maupun dokumentasi laporan. Terbitnya laporan kegiatan ini menjadi tanda dari berakhirnya atau selesainya semua tahapan dalam kegiatan. Tujuan dari pembuatan laporan adalah sebagai bukti pertanggungjawaban dari suatu kegiatan dan menjadi alat dokumentasi semua tahapan kegiatan yang sudah dijalankan untuk mencapai tujuan dari kegiatan tersebut. Metode yang digunakan dalam pembuatan laporan ini adalah dengan mengumpulkan semua catatan setiap tahapan kegiatan yang sudah dilaksanakan. Catatan-catatan tersebut kemudian dianalisis dan dipaparkan dengan jelas dalam laporan. Laporan juga dilengkapi dengan bukti yang dapat memperjelas penyampaian hasil kegiatan. Dari hasil kegiatan pembutan laporan diperoleh satu dokumen laporan yang berisi pendahuluan yang meliputi latar belakang, tujuan, keluaran, tahapan pelaksanaan. Pada bab berikutnya disampaikan dasar teori yang diikuti oleh pelaksanaan kegiatan, pembahasan dan kesimpulan dan saran. Laporan dilengakapi juga dengan daftar pustaka dan lampiran. Kata Kunci: Alat bukti dokumentasi Joko Priyanto Nugroho Yekti, SE Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018 kerjasama Penelitian
33 Peningkatan Kompetensi SDM Balai Besar Kerajinan Dan Batik
Kode Panggil: BBKB 331 Jat p 2018
Penggerak utama sebuah organisasi yang mempengaruhi sumber daya lain adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Pencapaian kerja suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh bagaimana pengelolaan SDM. Demikian juga halnya didalam organisasi pemerintah. Bahkan sedemikian pentingnya peran SDM maka pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 1 tahun 2017 tentang manajemen PNS.PP ini mendukung transformasi birokrasi dari tahun 2013 dengan rules based bureaucracy menuju tahun 2018 dengan vison and peformance based bureaucracy dan berakhir di tahun 2025 dengann dynamics bureaucracy. Kompetensi SDM menjadi perhatian penting dalam peraturan ini. Guna mewujudkan apa yang diamanatkan dalam pertaruan tersebut maka Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) pada tahunn 2017 melaksanakan kegiatan peningkatan kompetensi SDM. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah penggalian informasi melalui data sekunder dari peraturan organisasi dan dokumen perencanaan seperti renstra dan sasaran kerja pegawai. Dari data tersebut diperoleh gambaran pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan oleh pegawai. Untuk menambah akurasi data maka dilakukan observasi melalui pengamatan dan wawancara dengan pegawai. Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan menunjukan bahwa program sudah dilaksanakan dengan tepat baik dari segi tujuan, waktu, maupun anggaran. Bagian Tata Usaha khususnya Sub Bagian Kepegawaian juga memperoleh masukan dari hasil evaluasi yang dilaksanakan. Hal ini sangat penting sebagai dasar pelaksanaan kegiatan tahun yang akan datang. Selain itu dengan data yang ada kegiatan akan semakin mudah mendekati sasaran yang diharapkan. Kesimpulanakhir dari kegiatan menunjukan bahwa kegiatan harus terus dilaksanakan dan ditingkatkan untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Kata Kunci: Sumber daya manusia, Kompetensi, Pendidikan dan pelatihan, Evaluasi. Sigit Jatmiko, SE, MPA Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018 Kompetensi SDM BBKB
34 Promosi Dan Diseminasi Hasil Litbang
Kode Panggil: BBKB 658.82 Par p 2018
Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang), kerjasama, standardisasi, pengujian, sertifikasi, kalibrasi, pengembangan kompetensi industri dan beberapa pelayanan jasa teknis di bidang kerajinan dan batik. Hasil Litbang dan jasa layanan tersebut perlu disosialisasikan kepada masyarakat terutama yang bergerak di bidang kerajinan dan batik. Tujuan dari kegiatan ini adalah menyebarluaskan hasil litbang dan jasa layanan BBKB; meningkatkan jaringan kerja sama dengan Pemda/ Unit Teknis, dunia usaha, asosiasi setempat untuk menangani riset, pengembangan dan diversifikasi produk kerajinan setempat; dan meningkatan pendapatan jasa pelayanan teknis BBKB. Kegiatan ini dilaksanakan dengan beberapa metode, yaitu inventarisasi hasil litbang BBKB tahun 2017, penyiapan materi promosi, promosi dalam bentuk penyebaran profil BBKB, brosur, leaflet, poster, presentasi, mengikuti pameran-pameran serta promosi menggunakan media sosial, dan juga kegiatan Diseminasi Hasil Litbang tahun 2017 yang dilakukan oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik. Hasil dari kegiatan ini yaitu satu paket promosi, satu kali pameran di Semarang, tiga kali pameran di Yogyakarta, satu kali pameran di Bali dan satu kali kegiatan diseminasi di Yogyakarta. kata Kunci: Promosi, Diseminasi, Litbang, Layanan Harnandito Paramadharma, S.Ds Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018 Promosi dan diseminasi Litbang BBKB
35 FASILITASI DAN PEMELIHARAAN INKUBASI DI BBKB
Kode Panggil:
Sesuai dengan tupoksinya, setiap tahun BBKB melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan dan perekayasaan (litbangyasa). Hasil-hasil litbangyasa tersebut harus disosialisasikan, diterapkan dan diinkubasikan kepada industri dan/ atau calon industri/ wirausaha baru sehingga proses hilirisasi teknologi dapat terlaksana. Oleh karena itu dalam rangka mendukung program pemerintah yang tertuang dalam RIPIN 2015-2019 berupa peningkatan daya saing dan penumbuhan wirausaha baru, perlu dilakukan kegiatan Fasilitasi dan Pemeliharaan Inkubasi dari hasil-hasil litbangyasa BBKB. Pelaksanaan kegiatan ini terbagi menjadi 4 tahap, 3 tahap dilakukan di tahun 2018 dan 1 tahap dilakukan di tahun 2019 dan 2020. Tahapan tersebut adalah: tahap persiapan, tahap pra inkubasi, tahap inkubasi, dan tahap paska inkubasi. Tahap persiapan berisi tentang persiapan pelaksana kegiatan dalam melaksanakan keseluruhan kegiatan, baik dari aspek konsep maupun aspek pelaksanaan. Tahap pra inkubasi merupakan tahap krusial, karena pada tahap ini dilakukan proses seleksi tenant dan penentuan dua incubate. Pada pelaksanaannya tahap ini terbagi menjadi fase I yaitu Penguatan Teknis Produksi, fase II yaitu Pembangunan Bisnis, dan fase III yaitu Pengembangan Bisnis. Kegiatan yang dilaksanakan selama 12 bulan ini menghasilkan dua incubatee yaitu Tizania Batik dan By&G, dimana usaha masing-masing fokus pada usaha batik latar ringkel serta batik pada produk berbahan serat alam. Keduanya mengikuti seluruh rangkaian tahap inkubasi dan pada akhir masa inkubasi Tizania Batik berhasil menumbuhkan dan mengembangkan produknya hingga menjadi profitable business, sedangkan By&G memerlukan waktu yang lebih lama untuk mengembangkan bisnisnya karena bisnis yang dibangun berawal dari dasar dan masih berada dalam proses penembusan pangsa pasar. Berdasarkan hal tersebut, pelaksanaan tahap paska inkubasi yang dilakukan pada tahun 2019 dan 2020 untuk kedua incubatee harus dilaksanakan secara intensif sehingga keduanya dapat mempertahankan bisnis yang dijalankan serta mampu mandiri untuk mengembangkan bisnisnya secara kontinyu menjadi bisnis yang profitable. Kata Kunci: bisnis, hilirisasi, inkubasi, incubatee, teknologi Titis Phiranti Rahayu Ningsih, ST Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018
36 PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS (ZI) MENUJU WBK WBBM
Kode Panggil:
Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 Tentang grand design Reformasi Birokrasi yang mengatur tentang pelaksanaan program reformasi birokrasi. Dalam rangka mengakselerasi pencapaian sasaran hasil tersebut, maka instansi pemerintah perlu untuk membangun pilot project pelaksanaan reformasi birokrasi yang dapat menjadi percontohan penerapan pada unit-unit kerja lainnya. Upaya pembangunan Zona Integritas di BBKB adalah salah satu contoh konkret penerapan secara riil di suatu satker Kementerian Perindustrian. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah tercapainya tiga sasaran hasil utama yaitu peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, pemerintah yang bersih dan bebas KKN, serta peningkatan pelayanan publik. Keluaran yang diharapkan dari Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM tahun 2018 adalah terciptanya suatu lingkungan pelayanan publik yang bersih, bebas korupsi, serta memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Sebagai salah satu indikator keberhasilan pelaksanaannya, di bulan Desember 2018 BBKB termasuk satu dari delapan satuan kerja Kementerian Perindustrian yang berhasil memperoleh predikat WBK atau Wilayah Bebas dari Korupsi dari Kemenpan RB. Predikat ini menunjukan integritas dari BBKB dalam mendukung tercapainya cita-cita Reformasi Birokrasi di Kementerian Perindustrian RI. Siti Rohmatul Umah,SE.MT Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018
37 Pelaksanaan Dan Pengawasan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah
Kode Panggil: BBKB 351.75 Uma p
Siti Rohmatul Umah,SE.MT Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018
38 Program Pemeliharaan Arsip
Kode Panggil: BBKB 651.5 Sup p 2018
Program pemeliharaan arsip adalah usaha pencegahan arsip agar kondisi fisik dan informasinya tidak rusak selama masih mempunyai nilai guna. Untuk dapat memelihara arsip dengan baik, perlu diketahui pengelolaan arsip yang baik. Pengelolaan arsip yang baik tersebut meliputi pengelolaan arsip aktif, pengelolaan arsip inaktif. pengelolaan arsip vital, sistem informasi kearsipan dan penerapan GNSTA dimana Kementerian Perindustrian telah turut serta mencanangkan untuk menerapkan gerakan tersebut. Dalam pelaksanaannya, pemeliharaan arsip menggunakan metode PDCA (Plan, Do, Check, Action). Plan, pada tahap ini yang dilakukan adalah melakukan identifikasi masalah dengan menggunakan metode tinjauan lapangan, pemetaaan penunjang kesuksesan BBKB untuk selanjutnya dibuat rencana pelaksanaannya. Do, merupakan pelaksanaan dari rencana yang telah disusun. Check, pada tahap ini yang dilakukan adalah monitoring dan evaluasi pelaksanaan dari rencana. Action, pada tahap ini dilakukan perbaikan dari proses evaluasi yang dilakukan dan melakukan standarisasi terghadap sistem yang sudah dapat berjalan baik. Dalam pelaksanaan Pemeliharaan Arsip, BBKB mempunyai 17 Unit Pengolahan Arsip yang tersebar di setiap unit kerja Eselon IV. Setiap Eselon IV merupakan pimpinan Unit Pengolahan Arsip sesuai dengan tugas pokok dan fungsi jabatannya. Pimpinan Unit Pengolah Arsip bertanggung jawab penuh dalam pengolahan arsip di unitnya dan di bantu oleh seorang petugas pengolah arsip. Petugas pengolah arsip mengolah arsip aktif sesuai dengan standar kearsipan yang diberikan oleh arsiparis BBKB, dan setiap 6 bulan sekali wajib melaporkan Daftar Arsip Aktifnya kepada Kepala Sub Bagaian Umum. BBKB cukup baik dalam memperhatikan sarana dan prasana yang mendukung kegiatan pemeliharaan arsip. Diantaranya BBKB mempunyai central file untuk menyiapkan arsip aktif, Pusat Arsip untuk menyimpan arsip inaktif, serta Rol Opack dan brankas untuk menyimpan arsip vital. Meski terbilang cukup sederhana, namun sudah banyak mendukung dalam pelaksanaan pemeliharaan arsip di BBKB. Supriyanta, SIP Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018 Arsip
39 PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK BALAI BESAR KERAJINAN DAN BATIK
Kode Panggil:
Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang), kerjasama, standardisasi, pengujian, sertifikasi, kalibrasi, pengembangan kompetensi industri dan beberapa pelayanan jasa teknis di bidang kerajinan dan batik. Kegiatan pelayanan jasa teknis harus diselenggarakan dengan cara sistematis dan efektif agar pelayanan yang diberikan dapat optimal. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan manfaat eksternal yang dapat dirasakan secara langsung oleh pelanggan dan memberikan manfaat internal kepada pegawai dan karyawan BBKB. Kegiatan ini dilakukan dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti melakukan studi literatur, pengumpulan data primer dan data dukung, pembahasan materi, perencanaan survey kepuasan pelanggan, pelaksanaan pelayanan jasa teknis dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan beberapa metode, yaitu inventarisasi dokumen standar pelayanan BBKB, perencanaan survey kepuasan pelanggan, pelayanan jasa teknik dan evaluasi serta pelaporan. Hasil dari kegiatan ini yaitu pertumbuhan sampel uji sebesar 1230 sampel/alat, peningkatan jumlah orang yang dilatih sebanyak 1471 orang, peningkatan jumlah peminta jasa sebanyak 3302 orang dan tercapainya indeks kepuasan masyarakat sebesar 3.69 (Skala 4) Kinerja Unit Sangat Baik. Kata Kunci: Layanan Publik Harnandito Paramadharma, S.Ds Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018
40 Apresiasi Litbang Unggulan
Kode Panggil: BBKB 621.9 Isn a 2018
Apresiasi Litbang Unggulan merupakan kegiatan untuk menentukan atau memilih hasil litbang yang dilaksanakan oleh Balai Litbang di lingkungan Kementerian Perindustrian yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan mempunyai aspek komersialisasi sehingga hasil litbang dapat lebih mudah diterapkan ke dunia industri dan dapat menjawab permasalahan yang ada di industri. Hasil penelitian dan pengembangan di Balai Besar Kerajinan dan Batik setiap tahunnya perlu di evaluasi dan diapresiasi agar mampu bersaing dan bermanfaat bagi industri, sekaligus untuk mengetahui kekurangan dari hasil penelitian yang dilakukan. Apresiasi litbang unggulan merupakan kegiatan untuk menjaring peneliti dalam meningkatkan perannya dalam kajian ilmiah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya nalar dan daya pikir para peneliti untuk menghasilkan litbang terapan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat IKM, khususnya di bidang kerajinan dan batik. Kegiatan Apresiasi Litbang Unggulan merupakan suatu rangkaian proses untuk memilih hasil litbang yang dianggap paling baik ditinjau dari beberapa penilaian meliputi ide penilaian, metode pengembangan, status teknologi, kesiapterapan teknologi, potensi paten, kelayakan ekonomi dan kelayakan sosial dan lingkungan. Pada kegiatan tahun 2018 setiap Balai hanya boleh mengirimkan 2 (dua) judul penelitian yang belum pernah diikutkan dalam kegiatan tahun sebelumnya. Hasil litbang yang telah dikirim ke Puslitbang TIKI kemudian akan diseleksi tahap pertama, dan makalah yang lolos akan mengikuti seleksi kedua melalui Workshop Apresiasi Litbang Unggulan dengan tim penilaian yang terdiri dari para ahli yang memiliki latar belakangan keilmuan terkait. Pada tahun 2018 Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) mengirimkan 2 (dua) judul makalah untuk mengikuti seleksi tahap pertama, yaitu: Inovasi Teknik Ringkel Pada Kerajinan Tekstil Tritik Jumputan Untuk Bahan Sandang (Suryawati Ristiani, dkk) dan Perekayasaan Canting Cap Batik Model Pinart (Sulistyono, dkk). Dari hasil seleksi tahap pertama maka kedua judul tersebut dinyatakan lolos dan berhak untuk mengikuti workshop litbang unggulan ditingkat nasional Puslitbang TIKI. Pada pelaksanaan workshop litbang unggulan dipresentasikan 13 judul hasil seleksi tahap pertama di seluruh Puslitbang TIKI, Kementerian Perindustrian di Jakarta. Makalah Inovasi Teknik Ringkel Pada Kerajinan Tekstil Tritik Jumputan Untuk Bahan Sandang (Suryawati Ristiani,dkk) hasil litbang Balai Besar Kerajinan dan Batik terpilih sebagai peringkat kedua litbang unggulan 2018. Isnami, ST Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018 litbang unggulan