Koleksi Buku Perpustakaan BBKB

NoJudul Abstrak Pengarang Penerbit Tahun Subyek
41 Monitoring Dan Evaluasi Balai Besar Kerajinan Dan Batik
Kode Panggil: BBKB 338.984 Uma m 2018
Monev adalah kegiatan untuk mengetahui proses pelaksanaan kegiatan apakah sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya yang meliputi realisasi keuangan maupun fisik. Hasil monev digunakan untuk melakukan perbaikan apabila terdapat kendala dan hambatan yang mengakibatkan tidak tercapainya target kegiatan yang telah ditetapkan sebelumnya dalam hal ini target realisasi keuangan dan target realisasi fisik kegiatan. Selain itu monev ini juga dilakukan untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil dari suatu rangkaian kegiatan/program pengembangan industri kerajinan dan batik yang telah dilakukan sebelumnya sehingga bisa dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan tentang tingkat keberhasilan yang telah dicapai dan untuk melakukan tindakan lanjutan yang diperlukan. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan konsep model logic dengan memonitoring dan mengevaluasi input, proses, output, dan outcome. Monev input, proses, output dilakukan untuk kegiatan internal balai dengan mengelaborasikansistem yang sudah ada yaitu ALKI dan PP39, sedangkan monev outcome dilakukan dengan memberikan kuesioner outcome yang diarahkan pada dampak yang terjadi karena menggunakan jasa balai dan teknologi yang dihasilkan oleh balai. Selain itu juga dilakukan pengumpulan data permasalahan yang sedang dihadapi oleh industri. Monev internal memberikan hasil bahwa untuk triwulan I realisasi keuangan dan fisik masih belum memenuhi target. Triwulan II realisasi keuangan melampaui target sedangkan realisasi fisik masih belum bisa mencapai target fisik kegiatan. Triwulan III realisasi keuangan dan fisik tidak bisa memenuhi target yang dtetapkan sebelumnya, Realisasi Triwulan IV merupakan realisasi secara keseluruhan sesuai dengan yang tertera pada ALKI yaitu realisasi keuangan sebesar 94,98% dan realisasi fisik sebesar 98,63%. Dari monev eksternal sebagian besar industri yang menggunakan jasa dan teknologi balai mendapatkan dampak positif yaitu peningkatan produksi, penjualan, pengurangan produk gagal, dan penambahan karyawan namun tidak terjadi pengurangan. Selain itu industri kerajinan dan batik menyatakan beberapa hambatan dan kendala terkait bahan baku, proses pewarnaan yang belum optimal, desain yang masih perlu dikembangkan, akses pemasaran yang lemah serta peralatan yang masih terbatas. Oleh karena itu balai harus terus meningkatkan kunjungan ke industri kerajinan dan batik terutama ke IKM untuk dapat mengetahui permasalahan yang mereka hadapi. Kata Kunci: Input, aktifitas, output,outcome, monitoring, evaluasi Siti Rohmatul Umah,ST, MT Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018 Monitoring dan Evaluasi BBKB
42 Peningkatan Dan Optimalisasi Lembaga Sertifikasi
Kode Panggil: BBKB 061.62 Ind p 2018
Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang besar dan memiliki wilayah teritorial yang luas. Kondisi tersebut pada dasarnya menjadikan Indonesia memiliki peluang untuk menjadi basis produksi bagi komoditi global, dan sebaliknya juga menjadi potensi pasar bagi komoditi negara-negara lain. Oleh karena itu di era globalisasi, Indonesia harus mampu melindungi masyarakat, lingkungan hidup, pasar domestik, dan sekaligus memanfaatkan potensi jumlah penduduk serta luas wilayahnya untuk membangun basis produksi komoditi yang dapat mendominasi pasar regional maupun global. Ujian pertama bagi Indonesia dalam menghadapi regionalisasi ekonomi ASEAN adalah dimulainya implementasi ASEAN Economic Community AEC pada tahun 2015. Untuk melindungi produk dalam negeri dan membatasi masuknya produk luar negeri , maka instrumen non tariff barrier seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) mutlak diperlukan. Dengan penerapan SNI maka hanya produk-produk yang sesuai standarlah yang bisa masuk dan beredar di Indonesia. Industri di Indonesia sebagian besar merupakan Industri Kecil Menengah (IKM). IKM memberi kontribusi 60% PDB dan menampung sekitar 97% tenaga kerja. Permasalahan utama yang dihadapi oleh industri khususnya industri kecil dan menengah adalah belum siapnya mereka menerapkan sistem manajemen mutu dan tingkat kesadaran mereka untuk menerapkan SNI pada produk yang mereka hasilkan masih sangat rendah. Salah satu tupoksi Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta adalah memberikan sertifikasi SNI melalui lembaga sertifikasinya yaitu Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) TOEGOE yang telah di akreditasi oleh KAN. Klien LSPro sebagian besar merupakan IKM yang masih harus di bimbing dalam menerapkan SNI, sehingga LSPro bersama dengan dinas-dinas di daerah saling bekerjasama dalam memasyarakatkan SNI di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka BBKB harus selalu menjaga pengelolaan lembaganya agar dapat memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan melalui salah kegiatan BBKB yang didanai oleh DIPA Tahun Anggaran 2018. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi beberapa tahap yaitu persiapan, pembelian bahan dan peralatan, survailen dan penambahan ruang lingkup Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) Toegoe, tindakan perbaikan, perjalanan dinas, evaluasi dan penyusunan laporan . Persiapan adalah menyiapkan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan survailen dan penambahan ruang lingkup serta konsistensi pelayanan kepada masyarakat. Selain itu juga mencari tempat untuk witness yaitu perusahaan yang sesuai dengan produk yang masuk ruang lingkup akreditasi, melakukan audit internal untuk melihat sampai sejauh mana penerapan sistem manajemen sesuai dengan SNI/ISO 17065:2012 diterapkan, melakukan Rapat Tinjauan Manajemen untuk mengevaluasi penerapan sistem manajemen di LSPro dan juga membicarakan semua permasalahan yang ada untuk dicarikan jalan keluar agar LSPro dapat memberikan pelayanan yang bagus. Dan terakhir menyiapkan dokumen untuk pengajuan perluasan ruang lingkup. Kemudian, dilakukan survailen oleh KAN dan hasil dari survailen tersebut dilakukan perbaikan dan sekaligus akreditasi penambahan ruang lingkup. Untuk menunjang kegiatan tersebut dilakukan perjalanan dinas untuk pelatihan, konsultasi untuk mengetahui sampai dimana kemajuan dan kekurangan LSPro Toegoe dibanding dengan lembaga sertifikasi yang lain. Langkah terakhir adalah menyusun laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta yang telah memberikan pembinaan kepada LSPro Toegoe melalui anggaran DIPA Tahun 2018. Dari kegiatan tersebut telah diperoleh hasil sebagai berikut: - Witness sudah dilaksanakan di perusahaan emas di Jakarta yang diawasi oleh Asesor dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). - Survailen dan penambahan ruang lingkup sudah dilaksanakan dengan lancar. Untuk Survailen diperoleh 10 Lembar Ketidaksesuian (LKS) yang terdiri dari 1 LKS Kategori mayor yang harus diselesaikan selama 1 bulan dan 9 LKS kategori minor yang harus diselesaikan selama 2 bulan. Status belum di clossing. - Sudah dilakukan Audit Internal dengan hasil 16 LKS yang semuanya kategori minor. - Sudah dilakukan Rapat Tinjauan Manajemen. Kesimpulan dari kegiatan tersebut di atas bahwa LSPro Toegoe dapat mempertahankan sertifikasi kepada masyarakat yang membutuhkan bahkan justru meningkatkan kemampuan pelayanannya dengan penambah atau memperluas ruang lingkup akreditasinya. Kata Kunci: LSPro, Survailen, Audit Internal, Tinjauan Manajemen, Penambahan Ruang Hidup. Dwi Indarto, B.Sc Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018 lembaga sertifikasi
43 Peningkatan Dan Optimalisasi Pengelolaan Lembaga (Laboratorium Kalibrasi)
Kode Panggil: BBKB 061.62 Per p 2018
Peningkatan dan Optimalisasi Pengelolaan Lembaga (Laboratorium Kalibrasi) Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2018 di Balai Besar Kerajinan dan Batik. Program ini dilaksanakan tiap tahunnya sebagai upaya penguatan struktur Balai Besar Kerajinan dan Batik dan peningkatan secara berkelanjutan agar LPK yang telah terbentuk tetap eksis dan konsisten terhadap persyaratan yang diacu. Kegiatan yang dilaksanakan dalam pengembangan LPK ini meliputi persiapan, identifikasi dokumen, penigkatan SDM, konsultasi, pengadaan bahan dan peralatan, kalibrasi ulang alat standar, Audit Internal lab kalibrasi, kaji ulang manajemen, assesmen reakreditasi Lab kalibrasi, tindakan perbaikan atas pelaksanaan assesmen reakreditasi dan pelaporan. Laboratorium kalibrasi melakukan reakreditasi di tahun 2018 yang dilakukan oleh KAN untuk menjamin bahwa laboratorium tersebut selalu menjaga kompetensinya sesuai dengan kriteria akredita di KAN dari waktu ke waktu. Pengadaan sarana dan prasarana juga untuk mendukung kinerja laboratorium kalibrasi dalam peningkatan pelayanan terhadap pelanggan. Pelatihan internal dan eksternaldibidang teknis maupun manajemen dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang ada di LPK sebagai daya dukung terciptanya lembaga yang kompeten. Kata Kunci: LPK, Reassesmen, Lab, Kalibrasi Arif Perdana Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018 lab kalibrasi
44 Fasilitasi Pendaftaran HKI Hasil Litbangyasa Balai Besar Kerajinan Dan Batik
Kode Panggil: BBKB 347.787 Hay f 2018
Hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh BBKB perlu mendapatkan perlindungan hukum guna mencegah dari penyalahgunaan dari pihak-pihak tertentu yang dapat mengambil keuntungan ekonomis atau mengambil manfaat ekonomis dari kegiatan yang dilakukannya. Kegiatan fasilitasi HKI secara rutin dilakukan oleh BBKB, namun sebelumnya perlu penyaringan dari hasil litbang yang ada di Balai Besar Kerajinan dan Batik. Kegiatan fasilitasi HKI Tahun Anggaran 2018 dipilih 20 (dua puluh) judul penciptaan untuk didaftarkan Hak Ciptanya yang terdiri dari 9 (sembilan) motif batik, 7 (tujuh) motif batik latar ringkel, 3 (tiga) motif tenun ikat dan 1 (satu) motif ringkel, sedangkan hasil litbangyasa yang didaftarkan patennya sebanyak 1 (satu) buah paten dan 3 (tiga) dari hasil litbangyasa yang telah didaftarkan Patennya dilakukan pendaftaran pemeriksaan Substantifnya ke Ditjen KI Kementrian Hukum Ham. Pada Tahun Anggaran ini terdapat 20 (dua puluh) hasil ciptaan yang didaftarkan Hak Ciptanya; yaitu: MOtif Buah Mahoni, Motif Pulau Papua, Motif Kori Surya Manunggal, Motif Saka Banthala Adhi, Motif Suryo Buryon Toyo, Motif Oyoding Gung Maya-maya, Motif Surya Banthala Adhi, Motif Ceplok Bulus Peni, Motif Oyod Sekar Rinonce, Motif Kiblating Wisma Panembah, Motif Sekar mawar, Motif Ron Puring, Motif Kembang Kopi, Motif Simbar Layang-layang, Motif Bulu merak, Motif Ukel, Motif Ayam, Motif Pohon Kapas, Motif Perhiasan, dan Ringkel Motif Sisik Ikan. Sedangkan yang didaftarkan paten adalah PEWARNAAN KAIN BATIK LATAR RINGKEL. Untuk 3(tiga) hasil litbangyasa yang sudah didaftarkan substantifnya adalah: EKSTRAKSI RUMPUT LAUT SEBAGAI PEWARNA ALAM UNTUK BATIK, KOMPOSISI LILIN BATIK UNTUK PRODUK BATIK WARNA ALAM DAN PROSES PEMBUATANNYA, dan PEWARNAAN KAIN BATIK LATAR RINGKEL. Setelah pelaksanaan pendaftaran HKI dilaksanakan, maka hasil litbangyasa dapat dimanfaatkan oleh IKM. Dra. Maslahatul Hayah Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018 hki
45 Magang Dan Penelitian Siswa/Mahasiswa Di BBKB
Kode Panggil: BBKB 331.015.14 Nug m 2018
BBKB sebagai UPT di bawah Kementerian Perindustrian membuka peluang kerjasama dengan pihak eksternal dalam bentuk dalam bentuk atau penelitian siswa atau mahasiswa di BBKB. Dari kegiatan ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi BBKB untuk meningkatkan kerjasama dengan pihak eksternal. Harapan kedepan dapat terjalin kerjasama yang lebih dari sekedar magang atau penelitian siswa atau mahasiswa tetapi juga dapat meningkatkan kapasitas SDM BBKB dalam membimbing siswa atau mahasiswa yang magang atau penelitian. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan SOP yang telah dibuat. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi kegiatan pra magang, pelaksanaan magang dan paska magang. Pada tahun 2018, di BBKB telah dilaksanakan sebanyak 21 kali kegiatan magang siswa atau mahasiswa dan 1 kali kegiatan penelitian mahasiswa. Kata Kunci: magang dan penelitian siswa atau mahasiswa, SOP Siti Rohmatul Umah,SE.MT Balai Besar Kerajinan dan Batik 2018 magang dan penelitian
46 Handbag Designer 101: Everything You Need To Know About Designing, Making, And Marketing Handbags
Kode Panggil: 688.3 Blu h c.2
Emily Blumenthal Voyageur Press 2011 Perancang tas
47 Handbag Designer 101: Everything You Need To Know About Designing, Making, And Marketing Handbags
Kode Panggil: 688.3 Blu h c.1
Emily Blumenthal Voyageur Press 2011 Perancang tas
48 Indeks Hasil Paten Mapping Industri Prioritas Komoditi Kakao
Kode Panggil: 608.3(802) Bad i
Badan Penelitian dan Pengembangan Industri 2018 Paten Mapping Kakao
49 Pohon Teknologi Kakao
Kode Panggil: 663.91 Bad p
Pengolahan kakao sebagai sumber daya alam Indonesia perlu dilakukan secara optimal di dalam negeri guna mendapatkan nilai tambah maksimal. Untuk itu diperlukan teknologi. Teknologi pengolahan kakao ada yang sudah dikuasai di dalam negeri, ada yang belum, dan ada pula yang memerlukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut. Informasi ini diilustraikan dalam pohon industri, sehingga dapat digunakan oleh peneliti, perekayasa, maupun dunia usaha. Badan Penelitian dan Pengembangan Industri 2018 Teknologi kakao
50 Kina Karya Indonesia :Media Ekuitas Produk Indonesia
Kode Panggil: 05 Bir k 4 2007
Biro Hubungan Masyarakat 2007 batik, garutan, lasem
51 Info Kinerja Biro Kepegawaian Kementerian Perindustrian RI
Kode Panggil: 05 Bir i Des 2018
Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Perindustrian 2018 Transformasi Struktur dan Fungsi Biro Kepegawaian
52 Media Industri : Industrialisasi Menuju Kehidupan yang Lebih Baik
Kode Panggil: 05 Pus m 04 2018
Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perindustrian 2018 Industri Mainan Berdaya Saing
53 Gema Industri Kecil
Kode Panggil: 05 Dir g Mar 2009
Direktorat Jenderal Industri Kecil 2009 Batik Bakaran, Jogja Tic
54 Gema Industri Kecil
Kode Panggil: 05 Dir g Juni 2012
Direktorat Jenderal Industri Kecil 2012 Zat Warna Alam, Batik Jawa
55 Penuntun Batik : Praktik Dasar dan Teknik Batik Praktis Sehari-hari
Kode Panggil: 75.02 Bal p
Teknik Pembutan Kain BAtik Kain Mori untuk Batik Lilin Batik Zat-Zat Warna dalam Pembatikan Medel Menyoga Warna-Warna Lain untuk Dasaran & Coletan Nama-Nama Perdagangan Zat Warna Andi 2018 Batik
56 Tanaman Kelapa Budidaya dan Pemanfaatannya
Kode Panggil: 633.855.3 Suh t
L. Suhardiyono Kanisius 1988 Kelapa
57 Tiram Mutiara Teknik Budidaya & Proses Pembuatan Mutiara
Kode Panggil: 639.4 Sut t
Ir. Sutaman Kanisius 1993 Tiram Mutiara
58 These Clothes Tell Stories
Kode Panggil: 75.02 Kur c
Siapa nyana apabila warisan kearifan lokal yang terbenam dalam-dalam di tengah puing-puing reruntuhan Pusat Kejayaan Pemerintahan Islam Kesultanan Banten Lama berabad-abad lalu, telah menggugah jiwa pemilik nama lengkap Uke Kurniawan untuk menghadirkan peninggalan-peninggalan tersebut dalam mengisi dimensi kekinian yang mengalirkan rasa hormat dan cinta pada leluhur melalui buah tangan yaitu batik Banten. Keputusan telah diambil lelaki kelahiran Serang 50 tahun silam untuk pensiun muda pada tahun 1992, ketika beliau dipertemukan dengan satu demi satu motif yang bersumber pada benda-benda bersejarah hasil ekskavasi (penggalian) para arkeolog tersebut tealah menjadi momentum yang merubah perjalanan hidupnya. Berkat kerja keras dan keuletennyapun telah mengantarkan beliau berhasil menemukenali ragam hias khas Banten menjadi 75 jenis yang sudah dikukuhkan oleh Pemerintah Provinsi pada tanggal 12 Maret 2003 melalui Surat Keputusan Gubernur Banten No 420/SK-RH/III/2003 yang sudah diaplikasikan ke dalam 54 desain batik sekaligus mendapat legitimasi dari lembaga hak intelektual tertinggi di Indonesia tanggal 25 Mei 2004. atas desain karya ciptanya melalaui Peraturan Menteri Kehakiman RI No M.01-HC.03.01/1987 sesuai Undang-Undang Hak Cipta pasal 9. Berbekal itu pula, lelaki yang pernah menjabat Wakil Ketua dalam Panitia Peneliti dan Pengembanag Batik Banten tahun 2003 tersebut menggeluti bidang ini secara lebih serius sampai akhirnya pada 14-19 Agustus 2003 Departemen Kebudayaan dan Pariwaisata (Depbudpar) RI mengapresiasi karyanya melalui pengkajian motif Indonesia tingkat Internasional di Singapura dan Malaysia yang diwakili oleh batik aAnten yang dihadiri 62 negara, dan mendapat sertifikasi Motif Batik Banten terbaik di dunia. Uke Kurniawan 2003 Banten, batik
59 Inspirasi : Informasi Dan Inovasi
Kode Panggil: 75.02 Ins i 05
Tirto Arum 2013 Batik, Banyuwangi
60 Dinamika Kerajinan Dan Batik
Kode Panggil: 05 Bal d 1 Juni 2015 c.2
Balai Besar Kerajinan dan Batik 2015 batik, kudzu, angklung,