12.foto_bersama_

Penetapan UNESCO pada tahun 2009 bahwa batik sebagai warisan budaya tak benda dunia (Intangible Cultural Heritage) yang berasal dari Indonesia merupakan kebanggaan bagi Indonesia. Hal ini diperkuat lagi pada tanggal 18 Oktober 2014 World Craft Council (WCC) menobatkan Kota Jogja sebagai Kota Batik Dunia atau World Batik City.

Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta (BBKB) sebagai institusi yang menangani litbang kerajinan dan batik turut berperan aktif dalam peringatan Hari Batik Nasional ke-8 Tahun 2017. Kegiatan yang dilaksanakan  pada hari Selasa, 17 Oktober 2017 bertempat di Hotel Inna dan dihadiri,  antara lain IKM, instansi pemerintah/BUMN/swasta, perguruan tinggi, pemerhati dan pecinta batik dengan tema “Batik dan Kerajinan untuk Kesejahteraan Negeri Menuju Kemandirian Ekonomi Bangsa”,

          Dalam  kata sambutannya Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta Ir.Isananto Winursito, M.Eng, Ph.D. menyampaikan maksud dan tujuan dalam penyelenggaraan kegiatan ini, antara lain : Menyebarluaskan hasil litbang BBKB yang dapat diimplementasikan dalam proses produksi industri batik sehingga dapat meningkatkan kualitas, efisiensi dan produktifitas; Memberikan informasi kepada masyarakat tentang bagaimana membedakan antara batik dan tiruan batik, agar masyarakat/konsumen tidak terbohongi; dan memberikan edukasi kepada masyarakat dalam rangka melestarikan batik

Pada kesempatan yang sama Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) dalam kata sambutannyayang dibacakan oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Hijau dan Lingkungan HidupIr.Teddy Caster Sianturi, MAmengatakan bahwa UU Nomor 3 tahun 2014 tentang perindustrian telah meletakkan industri sebagai salah satu pilar ekonomi dan memberikan peran yang cukup besar kepada pemerintah untuk mendorong kemajuan industri nasional secara terencana. UU No 3 tahun 2014 menyebutkan bahwa industri yang memiliki keunikan dan merupakan warisan budaya adalah industri yang memiliki berbagai jenis motif, desain produk, teknik pembuatan, ketrampilan dan/atau bahan baku yang berbasis pada kearifan lokal, misalnya batik (pakaian tradisional), ukir-ukiran kayu, kerajinan perak dan patung asmat. Pemerintah bertanggungjawab mengembangkan,memanfaatkan dan mempromosikan warisan budaya yang berbasis kearifan lokal serta memberikan perlindungan hak-hak masyarakat lokal.

Penyelenggarakan PHBN ini disemarakan dengan 3 (tiga) kegiatan, yaitu : seminar, diseminasi hasil litbang dan temu pelanggan dengan menghadirkan Keynote Speech “Kebijakan Industri”, oleh Ir.Teddy Caster Sianturi, MA (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Hijau dan Lingkungan Hidup, Kementerian Perindustrian)  dan  narasumber yang berkompeten.

Sedangkan paparan materi dalam seminar yang disampaikan, meliputi :  Perkembangan Teknologi Proses Batik di Berbagai Ragam Media, oleh Farida, S. Teks, M. Sc; Workshop “Batik dan Bukan Batik” Standar Nasional Indonesia, oleh Joni Setiawan, ST, M. Eng dan Agus Haerudin, ST; Teknologi Proses Pengolahan Serat Batang dan Daun Nipah untuk Bahan Baku Kerajinan, oleh Dana Kurnia Syabana, S. ST. Diseminasi Hasil Litbang dengan judul Diseminasi Hasil LitbangTeknologi Perekayasaan Peralatan Batik, oleh Aan Eddy Antana, ST, M. Eng serta kegiatan Temu Pelanggan oleh Drs. Andreas Wisnu Pamungkas, M. Si dengan memaparkan Standar Pelayanan Balai Besar Kerajinan dan Batik.

Disamping itu pada kegiatan ini, BBKB juga memberikan apresiasi berupa penghargaan   Loyalitas Pelanggan yang disampaikan oleh Ir.Teddy Caster Sianturi, MA  kepada tiga mitranya, yaitu : CV. Shiamiq Terang Abadi (Produsen Meja Tenis Meja), untuk kategori Layanan Sertifikasi; CV. Amir Muda Jaya, untuk kategori Layanan Pengujian; dan Balai Besar POM di Yogyakarta, untuk kategori Layanan Kalibrasi.

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter