Batik merupakan warisan budaya tak benda yang dimiliki bangsa Indonesia.  Saat ini, penggunaan batik tidak lagi identik dengan acara-acara tradisional atau kegiataan kebudayaan. Motif batik juga sudah digunakan sebagai salah satu gaya fashion, baik untuk acara formal atau informal. Industri batik adalah salah satu rumpun industri kreatif yang mengakar pada tradisi turun temurun bangsa Indonesia, dengan sebagian besar pelaku usaha adalah industri kecil dan menengah.

Kepala BBKB, Ir. Titik Purwati Widowati, MP mengatakan bahwa BBKB bekerjasama dengan Paguyuban Pecinta Batik Indonesia (PPBI) Sekar Jagad juga menyelenggarakan acara bincang - bincang motif batik dan peragaan Batik Nusantara. Kegiatan ini diharapkan bisa membuat Batik Nusantara semakin  dikenal oleh masyarakat.  Batik sudah menjadi identitas warga Indonesia, karena batik ini adalah warisan dari leluhur kita yang harus dilestarikan. Jangan sampai batik ini diklaim oleh bangsa lain. Saat ini bukan waktunya lagi perlu mengenali batik, tapi menumbuhkan kecintaan pada batik," ujarnya. 

Sambutan dan tepuk tangan dari para penonton diberikan kepada para model yang berlaga di atas catwalk, bahkan yel-yel pun disuarakan para penonton saat para model tampil. Model - model yang tampil adalah perwakilan dari pegawai BBKB dan anggota PBBI Sekarjagad. Pegawai BBKB yang ikut menjadi model, Candra Wahyuningsih dan Rahayu Puspitasari mengaku bangga bisa mengenakan batik dan tampil dalam acara kali ini. "Saya merasa bangga dan senang sekali diadakannya peragaan batik nusantara ini karena bisa menumbuhkan rasa kecintaan terhadap batik yang ada di Indonesia," katanya.

Sementara itu, Dalam usaha menumbuhkembangkan wirausaha kerajinan dan batik di Yogyakarta. Balai Besar Kerajinan melaksanakan kegiatan Inkubasi Teknologi Indutri Kerajinan dan Batik yang diberi nama Innovating Jogja. Innovating Jogja  tahun 2019  ini merupakan kegiatan kali ketiga setelah sukses dilaksanakan pada tahun 2016 dan 2018 yang lalu. Kegiatan dilaksanakan atas kerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian dengan  Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta  sebagai pelaksana kegiatan dan didukung oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Agro, Program Diseminating Cappacity Pusat Unggulan IPTEK: batik dan kerajinan serta Bio Hadikusuma Management Training & Consulting (BHMTC).” Ujar Kepala BBKB, Ir. Titik Purwati Widowati, MP.

Melalui tahapan pra inkubasi pada tahun 2019 ini terpilih 10 (sepuluh) tenant yang mengikuti tahapan inkubasi yaitu Peserta yang terpilih sebagai incubatee Innovating Jogja adalah: 1) Adam Amrullah (Naray) -Sepatu berbahan upper stagen dengan  rubber sole; 2) Bayu Ratna Dhini (Diby LeatherTeknik)- Marbling pada produk kulit; 3) Elsana Bekti Nugroho (Arane)-Fashion Bag batik kombinasi eco print ZWA pada kulit; 4) Galuh Irawati Kusumaningrum (RaMundi Batik) -Aplikasi Zat Warna Alam pada produk baby jumper batik; 5) Gilang Cahyono Adji (Saujana) - Tas Gunung/carrier batik outdoor Zat Warna Alami; 6) Hasan Agus Wiratomo (Modust Art & Craft) - Souvenir khas Yogyakarta berbahan limbah kayu; 7) Iswanto (Giowari Putra Craft)-Kerajinan dari bahan limbah tongkol jagung; 8) Matius Indarto (Prajan Eco) -Kain paduan Eco print dan  rust pada kain; 9) Miftahudin Nur Ihsan (Smart Batik)-Kain Batik tematik dengan Desain Komunitas; 10) Usnul Khotimah (Djadi Batik)

Pada Rabu 20 November 2019, Balai Besar Kerajinan dan Batik mengadakan acara bisnis matching untuk mempertemukan kesepuluh tenant Innovating Jogja 2019 dengan kalangan industri, perbankan, pemerintah, retail, angel investor, pengusaha dan pencinta batik. Kurang lebih 180 undangan hadir pada kegiatan bussiness matching ini. Kami berharap melalui kegiatan ini akan tenanat inkubasi akan  menemukan mitra untuk mengembangankan bisnis mereka.

Bussiness Matching Teknologi Industri BBKB dan Bincang-bincang Motif Batik Bersama PPBI Sekarjagad

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter