74

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Medan sebagai instansi pembina terus melakukan upaya meningkatkan kualitas dan produktifitas bagi para pengrajin batik di Kota Medan, Sumatera Utara. Upaya tersebut diwujudkan dengan dibukanya Pelatihan Batik Zat Warna Sintetis (ZWS), pada hari Senin, 23 Oktober 2017 bertempat di Ruang Soga Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta dan dihadiri seluruh peserta pelatihan, pendamping dan tamu undangan lainnya

Dalam kata sambutannya Kepala Disperindag Kota Medan Ir.H.Zulkifli Sitepu, MM menyampaikan bahwa peningkatan kualitas dan produktifitas batik perlu keseriusan agar produknya terjaga dengan baik dan mampu bersaing dipasar. Untuk itu para pengrajin batik  yang telah dilatih di Kota Medan, dikirim ke BBKB sebagai ahlinya. Sebanyak 5 orang peserta yang akan mengikuti pelatihan selama 5 (lima) hari diharapkan akan mampu meningkatkan wawasan dan keterampilan khususnya dalam teknologi proses, sehingga mampu menopang perekonomian bagi keluarga. Disamping itu dukungan dari Ketua Dewan Kerajinan Kota Medan Rita Maharani yang terus mendorong munculnya batik khas daerah untuk menggali berbagai icon yang ada di kota Medan. Kedepan juga ada rencana pendirian Unit Pelayanan Teknik (UPT) batik.

Pada kesempatan yang sama Kepala BBKB Yogyakarta Ir. Isananto Winursito, M.Eng. Ph.D sebelum membuka secara resmi pelatihan menyampaikan, bahwa pelatihan ini akan berlangsung selama 5 (lima) hari, terhitung tanggal 23 sampai 27 Oktober 2017. Para peserta diharapkan bersungguh-sungguh untuk dapat menyerap bahan/materi yang diberikan para instruktur BBKB.  Berhubung peserta yang dikirim sudah memiliki pengetahuan dasar terkait pembatikan, maka bahan/materi yang disampaikan oleh para instrukur sebaiknya disesuaikan dan fokus kepada teknologi proses guna meningkatkan kualitas produk batik.  Disamping itu telah ada penetapan Standar Nasional Industri (SNI) batik dengan menekan bahwa batik sebagai kerajinan tangan, hasil pewarnaan secara perintangan menggunakan malam (lilin batik)  panas,  menggunakan alat utama berupa canting tulis atau canting cap untuk membentuk motif tertentu yang memiliki makna.

 Kegiatan pelatihan tersebut berdurasi 40 jam pelajaran (Jpl)  dengan  6 (enam) Jpl teori dan 34 Jpl praktek. Sedangkan bahan/materi yang akan disampaikan, meliputi : pengertian bahan dan alat; pengertian desain batik; pengetahuan proses batik dengan zat warna sintetis (ZWS); praktek desain dan pemolaan; praktek pembuatan zat warna; praktek pembatikan tulis; menutup/bironi/menimbok; praktek pewarnaan I; praktek pewarnaan II; praktek pelorodan; dan diakhiri dengan diskusi dan evaluasi pelatihan. Untuk memberikan wawasan para peserta pelatihan juga akan berkunjung industri batik yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (wd)

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter