Kabupaten Pamekasan merupakan salah satu kabupaten yang berada  di Pulau Madura, ProvinsiJawa Timur. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Selat Madura di selatan, Kabupaten Sampang di barat, dan Kabupaten Sumenep di timur dan memiliki 13 kecamatan  dengan 178 desa serta 11 Kelurahan (id.wikipedia.org)

Batik Pamekasan yang lebih dikenal sebagai batik Madura sudah diakui oleh masyarakat. Motif dan warna batik yang cerah merupakan ciri khas batik Madura yang pada umumnya sudah banyak dikenal. Seiring dengan perkembangan batik di Kabupaten Pamekasan sebanding dengan jumlah produk yang dihasilkan juga semakin meningkat. Perkembangan tersebut ternyata juga menyisakan berbagai permasalahan, salah satu diantaranya adalah semakin menurunnya harga batik di Pamekasan.

Kunjungan yang berlangsung pada hari Rabu, 28 September 2016 dalam rangka Kegiatan Pembinaan Desain dipimpin langsung KepalaDisperindag  Bapak Bambang Edi Suprapto.  Rombongan studi banding yang terdiri dari para pejabat Disperindag Kabupaten Pamekasan, pengrajin, desainer dan pedagang batik bertujuan memberikan wawasan dan semangat untuk mengembangkan batik khususnya dalam desain batik. Disamping itu para peserta juga diajak melihat secara dekat proses pengembangan batik yang ada di Yogyakarta.

Dalam kata sambutannya Kepala BBKB Bapak Isananto Winursito ketika menerima kunjungan mengatakan bahwa Balai Besar Kerajinan dan batik (BBKB) Yogyakarta merupakan satu-satunya institusi yang ada di Indonesia yang mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan, kerjasama, standardisasi, pengujian, sertifikasi, kalibrasi dan pengembangan kompetensi industri kerajinan dan batik sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kementerian Perindustrian. Untuk itu kami memberikan apresiasi dan semoga menjadi tempat yang tepat untuk saling berdiskusi dalam pengembangan batik.

Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan profil Balai Besar Kerajinan dan Batik yang disampaikan Kepala Seksi Pemasaran Bapak Masiswo yang mengulas hasil litbang dan berbagai layanan antara pelatihan, pengujian, sertifikasi, kalibrasi perekayasaan peralatan. Selanjutnya pada acara diskusi yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Jasa Teknik (PJT) Bapak. A. Wisnu Pamungkas,  para peserta studi banding  tampak sangat antusias dengan melontarkan beberapa pertanyaan, antara lain pengertian batik, teknologi batik dan budaya serta pemasaran batik.

Disamping itu para peserta studi banding juga diajak untuk melihat secara dekat untuk mengunjungi beberapa loboratorium dan ruang pamer yang berada di BBKB Yogyakarta. Selama berada di laboratorium Batik para peserta tampak mengamati dan berdiskusi dengan petugas Laboratorium Batik.  Sedangkan pada kunjungan di Laboratorim tenun sebagian peserta mencoba mengoperasikan peralatan tenun dengan menggunakan bahan baku serat pelepah nipah sebagai produk aksesoris interior.

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter