Kemauan yang kuat untuk mengembangkan Desain Payung Batik dan Kerajinan, Ketua PKK Musi Rawas  Provinsi Sumatera Selatan dr. Hj. Noviar Marlina Gunawan berkunjung ke Balai Besar Kerajinan dan Batik (18/3). Dalam kunjungan tersebut Ketua PKK Musi Rawas  di dampingi para istri lurah dan kepala desa  dan para peserta yang akan mengikuti pelatihan selama 5 hari  di BBKB.

Dalam sambutannya, Ketua PKK Musi Rawas  menyampaikan bahwa kunjungan ke  BBKB bertujuan untuk menimba ilmu dan berlatih untuk pengembangan Desain Payung Batik dan Kerajinan Boneka  Perca. Disamping itu potensi sumber daya alam seperti kayu karet, pelepah dan cangkang kelapa sawit, enceng gondok, dll dapat  dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku untuk bahan pewarna batik dan berbagai barang kerajinan. Untuk itu minta  kepada BBKB agar dilakukan kerjasama untuk pemanfaatan potensi yang ada daerahnya. Komitmen pengembangan dan pemanfaatan  tersebut diawali dengan mengirim sebanyak 6 orang peserta untuk berlatih di BBKB.

 Pada kesempatan yang sama, Kepala BBKBIr. Titik Purwati Widowati, MP ketika memberikan sambutan dan sekaligus menerima serta membuka pelatihan menyampaikan, bahwa BBKB Yogyakarta merupakan salah satu lembaga pemerintah yang bergerak di bidang riset, standardisasi, pengujian, sertifikasi, kalibrasi,  rancang bangun, rekayasa, diklat, konsultasi industri dan sebagai  unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Perindustrian, yang bertanggungjawab kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) terkait dengan industri kerajinan dan batik. Disamping itu keberadaan BBKB juga memiliki peran yang penting dalam mengembangkan dan menumbuhkan IKM kerajinan dan batik  Indonesia. Peranan tersebut juga dibuktikan dengan diakuinya Yogyakarta sebagai kota batik dunia “tegasnya.

Ketika membuka pelatihan, kepala BBKB juga menegaskan kepada para peserta mengikuti pelatihan ini, merupakan kesempatan yang langka dan biaya yang besar, maka para peserta diminta  untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin, sehingga mampu menguasai proses desain motif batik dan kerajinan, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah. Disamping rantai pasok bahan baku dan teknologi proses yang harus dikuasai, peserta juga diminta mempunyai kemampuan membuat jejaring luas”ungkapnya”.

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter