Kabupaten Pringsewu merupakan salah satu dari 15 daerah otonom kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Kabupaten Pringsewu yang beribukota di kota Pringsewu, berjarak 38 km dari ibukota Provinsi Lampung, Bandar Lampung, mempunyai luas wilayah 625 km2, berpenduduk kurang lebih 475.353 jiwa .
Kabupaten Pringsewu terdiri dari 131 desa/kelurahan, yang tersebar di 9 kecamatan, yakni masing-masing Kecamatan Pringsewu, Pagelaran, Pagelaran Utara, Pardasuka, Gadingrejo, Sukoharjo, Ambarawa, Adiluwih, dan Kecamatan Banyumas.Kabupaten Pringsewu berbatasan dengan Kabupaten Lampung Tengah di sebelah utara, di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Pesawaran, di sebelah barat dan selatan berbatasan dengan Kabupaten Tanggamus (http://www.pringsewukab.go.id).

Berbagai Potensi sumber daya alam yang ada di Kabupaten tersebut belum tergarap dengan baik, sehingga perlu ada sentuhan untuk mengoptimalkan segala potensi yang ada. Untuk itu guna memanfaatkan potensi tersebut diperlukan usumber daya manusia yang handal untuk mengolahnya. Dalam upaya meningkatkan wawasan, pengetahuan dan keterampilan masyarakat, maka melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan dan Perdagangan Kabupaten Pringsewu mengirimkan peserta untuk berlatih di Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta. Peserta sebanyak 12 orang yang mempunyai latar belakang berbeda  tersebut akan mengikuti pelatihan proses pembuatan batik dengan zat warna alam selama 5 (lima) hari.

 Dalam sambutannya Kepala Bidang Industri, Diskop, UMKM dan Perindag Kabupaten Pringsewu Bapak C. Sulistio Pratomo menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan yang dilakukan sebelumnya. Usaha batik di  Kabupaten Pringsewu belum banyak, begitu juga dengan motif khas  daerah yang dihasilkan sangat minim. Untuk itu solusi yang ditempuh yaitu dengan mengirim peserta untuk berlatih di BBKB. Selain itu pada akhir pelatihan para peserta juga diajak studi banding ke industry batik yang berada di DI Yogyakarta dan sekitarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta dalam sambutannya dan sekaligus membuka secara resmi pelatihan menyampaikan bahwa berbagai daerah di Indonesia sebenarnya banyak kekayaan yang melimpah. Untuk itu potensi tersebut harus diolah guna memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitarnya. Begitu juga dalam menumbuhkan industri batik harus banyak menggali potensi yang ada,  sehingga dapat dijadikan motif khas daerah Pringsewu.  Sedangkan dalam mendukung pewarnaan dalam pembatikan daerah dapat melakukan identifikasi tanaman apa saja yang mampu menimbulkan warna dan baik pewarnaan batik. Dengan demikian kita akan dapat mengurangi ketergantungan bahan baku dari daerah lain dan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter