Ekonomi kreatif adalah sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreatifitas dengan mengandalkan ide dan keluasan pengetahuan dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Ekonomi akan didukung oleh jalannya industri kreatif. Hal ini disampaikan oleh Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik Ibu Dra. Zulmalizar, MM sebagai pembicara di Talkshow dan Seminar Nasional Leather Award Jilid 3. Talkshow dan Seminar ini bertemakan Peran Pemuda dan Pelaku Industri Kreatif Sebagai Wajah Baru dalam Pembangunan Ekonomi Bangsa. Talkshow digelar oleh Forum Lembaga Mahasiswa Perindustrian Indonesia Politeknik Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta tanggal 27 November 2015 bertempat Auditorium Kampus 2 Politeknik ATK Yogyakarta. Hadir pula sebagai pembicara yaitu Staf Ahli Menteri Bidang Pemasaran dan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri Kementerian Perindustrian Bapak Dharma Budi.

Talkshow dan Seminar ini digelar bertujuan untuk menumbuhkembangkan jiwa entrepeneur para mahasiswa. Pengembangan industri kreatif harus diselaraskan dengan tujuan untuk menumbuhkembangkan jiwa entrepeneurship dalam pengembangan ekonomi bangsa. Ditengah kelesuan ekonomi sekarang ini, industri kreatif perlu ditumbuhkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Manfaat dari berkembangnya industri kreatif antara lain memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, menciptakan iklim bisnis yang positif, membangun citra dan identitas bangsa, berbasis pada sumber daya yang terbarukan, menciptakan inovasi dan kreativitas yang merupakan  keunggulan kompetitif suatu bangsa, dan memberikan dampak sosial yang positif. Pembangunan industri kreatif akan mendapatkan hasil yang optimal jika terjadi kolaborasi antara 3 aktor utama, yaitu Intelektual, Bisnis dan Pemerintah yang memiliki komitmen, saling berkoordinasi dan mengupayakan sinergi untuk mengembangkan industri kreatif.

Intelektual disini adalah para mahasiswa yang harus ditumbuhkembangkan jiwa kreatif enterpreneurshipnya, sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi yang lain dan menjadi salah satu dari pusat pertumbuhan ekonomi bangsa. Pemerintah berperan menjadi regulator dan pendorong bagi perkembangan industri kreatif ini, sehingga bisa menjadi salah satu motor penggerak ekonomi. ASEAN Economic Community 2015 (Masyarakat Ekonomi ASEAN) harus dianggap sebagai tantangan dan peluang yang besar bagi pengembangan industri kreatif ini, pasar yang semakin terbuka menjadi potensi yang harus bisa dikelola secara optimal dan benar-benar memberikan nilai tambah bagi perekonomian Bangsa Indonesia.

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter