Candi Sojiwan atau Candi Sajiwan adalah sebuah candi Buddhis yang lokasinya terletak di Desa Kebon Dalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Sebuah ciri khas candi ini ialah adanya sekitar 20 relief di kaki candi yang berhubungan dengan cerita-cerita Pancatantra atau Jataka dari India. Dari 20 relief ini, tinggal 19 relief yang sekarang masih ada.Candi ini terletak kurang lebih dua kilometer ke arah selatan dari Candi Prambanan, dari gerbang Taman Wisata Candi Prambanan meyeberang jalan raya Solo-Yogyakarta masuk ke jalan kecil menuju ke arah selatan, menyeberang rel kereta api, lalu pada perempatan pertama berbelok ke kiri (timur) sejauh beberapa ratus meter hingga candi terlihat di sisi selatan. Candi ini telah rampung dipugar pada tahun 2011.( https://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Sojiwan).

Kawasan Candi Sojiwan memiliki lingkungan penyangga yang tersebar di area Desa Kebon Dalem Kidul Prambanan sebagaimana tampak di peta. Kawasan Penyangga Candi Sojiwan atau Desa Kebondalem Kidul mempunyai potensi budaya dan potensi ekonomi yang dapat dijadikan daya tarik wisatawan. Selain situs peninggalan sejarah yang berupa Candi Sojiwan, potensi budaya tersebut antara lain seni pertunjukan, batik, adat istiadat dan tradisi masyarakat, sedangkan untuk potensi ekonominya adalah kerajinan dari kayu, batu, fiber glass, makanan olahan, pertanian dan peternakan. Di era pariwisata sekarang ini perlu menggali potensi-potensi yang ada untuk mendukung pengembangan sektor kepariwisataan.
Potensi yang ada itulah yang menjadi pertimbangan dari Balai Pelestarian Budaya Propinsi Jawa Tengah untuk mengembangkan kompetensi masyarakat Kebon Dalem Kidul, Prambanan, Klaten, khususnya dibidang Batik. Balai  Besar Kerajinan dan Batik (BBKB)-lah yang kemudian dipilih untuk dijadikan mitra untuk memberikan pelatihan batik zat warna alam kepada 10 orang pelaku Desa Wisata Koban Dalem Kidul. Pada hari Senin, 27 Juli 2015 diselenggarakan Pelatihan Batik Zat Warna Alam Kerjasama Balai Pelestarian Budaya Propinsi Jawa Tengah dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB).

Peserta pelatihan batik dengan zat warna alam yang berjumlah 10 orang tersebut adalah seleksi dari 20 orang peserta program pendampingan masyarakat di bidang batik oleh UNESCO selama 4 bulan untuk kawasan desa wisata. Sehingga para peserta pelatihan batik di BBKB telah mendapatkan dasar pengetahuan dan pemahaman tentang batik tulis. Akan tetapi ilmu yang telah mereka miliki perlu penyempurnaan mengenai batik zat warna alam yang dapat diperoleh dengan pelatihan di BBKB.

Acara Pelatihan Batik Zat Warna Alam Kerjasama Balai Pelestarian Budaya Propinsi Jawa Tengah dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik dibuka di ruang aula lt-2 BBKB. Balai Pelestarian Budaya Propinsi Jawa Tengah diwakili oleh Bp Drs Gutomo, Kepala Seksi Pelestarian, Perlindungan dan Pemanfatan. Beliau menyatakan bahwa pelatihan yang diselenggarakan adalah dalam rangka pengembangan kompetensi masyarakat sekitar Candi Sojiwan agar bisa lebih sejahtera. “Dengan ketrampilan khusus (red : membatik) seperti desa wisata sebagai salah satu cara. Masyarakat akan kita arahkan untuk mengisi desa wisata dengan harapan Batik Sojiwan bisa menjadi khas.” Selain itu Balai Pelestarian Budaya Propinsi Jawa Tengah berkeinginan untuk mengembangkan motif klasik yang telah ada. Lebih jauh, beliau berharap dalam pelatihan batik di BBKB juga ada bimbingan mengenai pemasaran Batik Sojiwan yang nantinya diproduksi oleh masyarakat Kebon Dalem Kidul.

Acara pelatihan dibuka secara resmi oleh Bp Suharyanto, ST, MT, Kepala Seksi Pelatihan Teknis, BBKB. Dalam kata sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada peserta pelatihan beserta rombongan. Selain itu beliau juga menekankan tentang berbagai macam pelatihan teknis yang dilayani di BBKB. Rencananya pelatihan batik dengan zat warna alam akan berlangsung selama 5 (lima) hari dari tanggal 27 Juli 2015 sampai dengan tanggal 31 Juli 2015.

Peserta pelatihan rata-rata merupakan ibu rumah tangga yang berusia di atas 30 tahun. Ibu Dwi Agustin (36) seorang ibu rumah tangga yang beralamat di Bero Desa Kebon Dalem Kidul Prambanan Klaten menyampaikan harapan untuk bisa berkarya dan bisa mandiri dengan kompetensi batik yang beliau miliki “Semoga setelah pelatihan ini, bisa membatik, syukur-syukur bisa dapat penghasilan tambahan” ucapnya. Selain itu Ibu Dwi menyebutkan bahwa akan mengikuti pelatihan batik di BBKB dengan penuh keseriusan, bertanya apabila belum paham namun tetap santai.

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter