Pada hari Selasa, 10 September 2013, pukul 08.30 WIB bertempat di ruang Soga Balai Besar Kerajinan dan Batik telah dibuka secara resmi Pelatihan Batik dengan Tekik Cap kerjasama Badan Pengembangan Wilayah Surabaya_Madura  (BPWS) dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta. Pelatihan tersebut dibuka oleh Plh. Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik Bapak Ramelan Subagyo, M.Eng.Sc dan dihadiri oleh perwakilan dari BPWS, pejabat eselon III dan IV dilingkungan BBKB, para instruktur dan seluruh peserta pelatihan kerajinan logam angkatan pertama.

Dalam  kata sambutan panitia penyelenggara Drs. A. Wisnu Pamungkas, M.Si mengatakan bahwa tujuan pelatihan adalah menumbuhkan industri batik dengan membekali SDM dengan ketrampilan teknis. Adapun pelatihan  tersebut  terdiri dari 3 angkatan dengan jumlah seluruh peserta sebanyak 27 orang,  berasal dari semua kabupaten yang ada di pulau Madura. Sedangkan untuk angkatan pertama dimulai dari tanggal 10 September hingga 22 September 2013 diikuti oleh 9 peserta berasal dari Kabupaten Sampang (3 orang), Kabupaten Pamekasan (3 orang), dan Kabupaten Sumenep (3 orang).

Dalam kesempatan yang sama Plh. Balai Besar Kerajinan dan Batik Bapak Ramelan Subagyo, M.Eng.Sc menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Badan Pengembangan wilayah Surabaya_Madura (BPWS) untuk penyelenggaraan Pelatihan ini. Keberadaan Jembatan Suramadu  khususnya berada di Wilayah Madura diharapkan dapat  mendorong kegiatan pariwisata, sehingga diharapkan dengan tumbuh dan berkembangnya industri batik maka dapat mendukung kegiatan pariwisata di daerah Madura khususnya daerah sekitar jembatan Suramadu. Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) sebagai lembaga pemerintah yang bergerak di bidang riset; standardisasi; rancang bangun; rekayasa; diklat; konsultansi industri di bidang industri kerajinan dan batik; akan berusaha memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada masyarakat. Untuk itu kepada para peserta diharapkan agar dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin selama pelatihan guna menggali potensi yang ada baik di lingkungan pelatihan BBKB dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Para peserta diminta sekembalinya dari pelatihan ini agar untuk terus menempa diri dalam meningkatkan keterampilandan keahlian serta melakukan pengembangan motif batik khususnya Madura. Disamping itu menularkan ilmunya kepada masyarakat yang ada di Pulau Madura.

Pelatihan ini akan berlangsung selama 96 jam pelajaran atau 12 hari, dengan metode pembelajaran teori 25% dan praktek 75%. Materi yang akan diberikan meliputi : Pengertian batik; Pengetahuan bahan dan alat; Pengetahuan zat warna; Hak Kekayaan Intelektual; Produk bersih/Eko_Efisiensi dan Batik mark Sedangkan pemateri berasal dari instruktur Balai yang sudah memiliki kualifikasi dan pengalaman dalam teknik proses pembuatan batik dengan teknik cap. Dalam pelatihan ini juga akan dilakukan studi banding  ke sentra industri batik.

Bagikan di Media Sosial Anda