Upaya untuk terus mendorong dan meningkatkan kualitas batik dilakukan oleh  Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kota Bontang, Kaltim. Hal ini dibuktikan dengan dibukanya Pelatihan Membatik Bagi Pelaku UKM dan masyarakat yang dilaksanakan hari Senin, 18 Februari 2019, diikuti sebanyak 7 orang  terdiri 3 pemula dan 4 orang tingkat lanjut.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Bontang, Drs. Asdar Ibrahim, M.Si, ketika memberikan sambutannya mengatakan, bahwa wilayah Bontang yang sebagian besar merupakan perairan menyimpan banyak potensi yang dapat digali dan dikembangkan. Karena berbagai etnis tinggal di daerah tersebut, sehingga bisa disebut Indonesia mini dan menjadi kekayaan tersendiri. Melalui pelatihan batik dengan melakukan pemberdayaan masyarakat Bontang, diharapkan menumbuhkan industri kreatif dan memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

Botang telah memilki batik khas sebanyak 4 motif dan masing-masing  ada turunannya sebanyak 3 motif, sehingga turunan motifnya keseluruhannya ada 12 motif. Motif batik khas Bontang diantaranya kuntul perak, mangrove, beras basah dengan menonjolkan motif biota laut, karang, hewan maupun pulau beras basah dengan sentuhan kearifan lokal. Pelatihan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas batik beserta pengembangan motif, sehingga batik Bontang dapat sejajar dengan daerah lainnya. Untuk itu pemerintah kota sudah berkomitmen mengenakan seragam batik bagi pegawainya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Ir. Titik Purwati Widowati, MP, ketika memberikan sambutan dan sekaligus membuka resmi pelatihan menyampaikan  batik bukan merupakan komoditas biasa, akan tetapi sudah menjadi komditas ekonomi. Perkembangan batik diberbagai daerah mampu memberikan efek yang luas bagi perekonomian daerah. Batik juga menjadi merupakan trend dan dapat dikenakan dalam berbagai  acara baik formal maupun informal”ungkapnya”.

Untuk itu BBKB berharap,  pelatihan ini para peserta selain meningkatkan ketrampilan dan kompetensinya juga mampu membuat jejaring terhadap rantai pasok industri batik, sehingga dapat menganalisa terhadap kebutuhan bahan baku termasuk substitusinya, proses, display produk dan pangsa pasarnya. Untuk itu dalam pengembangan batik, IKM dan institusi pembina juga harus menjaga perlindungannya dan berkomitmen bahwa produk yang dikenakan merupakan produk buatan daerah setempat, sehingga perekonomian daerah sekitarnya  meningkat. Komitmen untuk mengembangkan batik bontang juga ditandai penandatanganan kerjasama antara BBKB dan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan  Kota Bontang

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter