Tidak dipungkiri bahwa para  difabel disamping memiliki keterbatasan juga mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan. Setiap diri manusia yang diciptakan oleh sang khalik dibalik kekurangan pasti juga ada kelebihannya.  Disamping itu mereka juga memiliki minat, bakat dan kemampuan, sehingga potensi yang ada dapat dikembangkan agar kelak para difabel dapat hidup mandiri. Untuk itu guna memperluas wawasan, pengetahuan dan keterampilan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta menyelanggarakan workshop batik untuk siswa siswi difabel yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Peringatan Hari Batik Nasional Tahun 2016 dan dilaksanakan selama satu hari, Selasa, 15 November 2016 di Ruang Soga, BBKB Yogyakarta dan diikuti sebanyak 40 peserta siswa siswi difabel beserta dengan guru pendampingnya. Antusiasme para peserta sangat terasa ketika memasuki ruangan workshop dan perhatian yang serius ketika para instruktur memberikan arahan selama melaksanakan workshop.

Pada awal pelaksanaan workshop para peserta diberikan teori tahapan/proses pembuatan batik, meliputi ; pengenalan bahan dan alat, menggambar motif batik, proses perintangan warna dengan malam panas menggunakan canting batik, pewarnaan dengan menggunakan warna naptol dan indigosol, pelorodan untuk menghilangkan malam dan melakukan penjemuran.

Produk yang dihasilkan dari para peserta adalah shall yang terdiri dari berbagai motif/corak batik, antara lain : kawung, parang, burung dan bunga. Adapun warna yang dihasilkan dari pewarnaan yang menggunakan warna naptol adalah merah tua dan biru muda, sedangkan pewarnaan dengan menggunakan indigosol menghasilkan warna biru muda, hijau tosca dan hijau muda.

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter