Papua adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Nugini bagian barat atau west New Guinea dengan luas wilayah 420.540 km dan kelompok suku asli Papua sebanyak 255 suku. Provinsi yang  memiliki 29 Kota/Kabupaten ini telah beberapa kali berubah nama menjadi Irian Jaya pada tahun 1969 hingga 1973 ketika presiden Soeharto meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport hingga tahun 2002 digunakan secara resmi. Nama provinsi ini diganti menjadi Papua sesuai UU No 21/2001 Otonomi Khusus Papua (sumber : www.papua.go.id).

Potensi sumber daya alam yang melimpah dan kekayaan etnis budaya/kearifan lokal dan keindahan panoramanya, sehingga propinsi Papua menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat untuk berkunjung dan memanfaatkannya. Berbagai produk telah dihasilkan para pengrajin Papua dengan memafaatkan bahan baku yang tersedia. Untuk itu perlu ada fasilitasi dari pemangku kepentingan yang ada, agar produk yang sudah ada terus ditingkatkan kualitasnya dan penyediaan sarana untuk pemasaranya. Dalam upaya meningkatkan kualitas produk dan penyediaan sarana pemasaran  tersebut, Biro Kesra & Kemasyarakatan Setda Provinsi Papua menggelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Tentang Pasar Budaya Bagi Pengrajin Papua di Balai Besar Kerajinan dan Batik. Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini untuk mencari masukan dan melihat secara langsung pusat kerajinan dan budaya di Yogyakarta sebagai  masukan untuk mendirikan pasar budaya.

Rapat yang buka pada hari Selasa, 13 September  2016 oleh Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Bapak Isananto Winursito dihadiri para pejabat Eselon, II, III dan IV beserta para pejabat fungsional terkait baik dari lingkungan Biro Kesra & Kemasyarakatan Setda Provinsi Papua maupun BBKB Yogyakarta. Dalam kata sambutannya kepala BBKB memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini dan mengatakan bahwa Kementerian Perindustrian mempunyai 11 balai besar, 11 balai riset standardisasi dan 1 balai sertifikasi yang tersebar di Indonesia. BBKB Yogyakarta yang merupakan satu-satunya balai yang fokus pada komoditi industri kerajinan dan batik.  Adapun tugas pokoknya adalah melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan, kerjasama, standardisasi, pengujian, sertifikasi, kalibrasi dan pengembangan kompetensi industri kerajinan dan batik sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. Untuk itu guna mengoptimalkan dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Papua perlu adanya sinergitas program/kegiatan, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama Kepala Biro Kesra & Kemasyarakatan Setda Provinsi Papua Bapak Naftali Yogi mengatakan bahwa Papua mempuyai potensi sumber daya alam yang besar dan kelompok suku yang beragam sampai saat ini belum digarap secara baik karena keterbatasan kemampuan sumber daya manusia. Untuk itu kegiatan  Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi dengan  BBKB Yogyakarta merupakan suatu ajang yang sangat baik dalam menggali berbagai masukan dari pejabat struktural maupun fungsional guna mempertajam program/kegiatan yang akan dilaksanakan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua kedepan.  

Dalam kesempatan tersebut Kepala Seksi Pemasaran Bapak Masiswo mewakili Kepala BBKB memaparkan makalah dengan judul “Manajemen Pemasaran Dan Keterampilan Daya Saing Bagi Perajin Dalam Rangka Meningkatkan Eksistensi Diri Dan Kualitas Produk Serta Peran Balai Besar Kerajinan dan Batik Terhadap Industri”. Pada sesi diskusi ada berbagai masukan agar pemda Papua melakukan identifikasi sumber daya alam yang mampu menghasilkan zat pembawa warna  untuk kerajinan dan batik; mengadakan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan calon pengrajin dan pengrajin guna meningkatkan kualitas dan diversifikasi produk; menyediakan sarana dan prasarana untuk memasarkan produk yang dihasilkan agar pendiriannya tidak jauh dari domisili para pengrajin; menjalin kerjasama dengan berbagai stakeholder untuk meningkat jejaring. Disamping itu masukan dan rencana program/kegiatan untuk menggali potensi SDA dan meningkatkan SDM agar dapat berjalan dengan baik, maka perlu ada kerjasama secara berkesinambungan antara  Biro Kesra & Kemasyarakatan Setda Provinsi Papua dan BBKB Yogyakarta.

Sebagai upaya memberikan gambaran dan memberikan inspirasi, Kepala Biro Kesra & Kemasyarakatan Setda Provinsi Papua beserta rombongan juga diajak keliling ke Laboratorium yang dimiliki BBKB. Adapun Laboratorium  yang dikunjungi meliputi: Laboratorium Perhiasan (Logam Non Ferro); Laboratorium Perekayasaan Alat; Laboratorium Batik, Laboratorium Tenun, Laboratorium Garmen dan Perca dan Laboratorium Serat Alam Non Tekstil (SANT). Rombongan juga melakukan studi banding ke beberapa pengrajin yang ada di Yogyakarta, antara lain : Sanggar Kerajinan Tempurung Chumplung Adji, Batik Topo dan Sentra Gerabah Kasongan.

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter