Acara Ngobras  (Ngopi Bareng dan Rasan-Rasan) baru saja diluncurkan Senin, 8 April 2019 di bertempat di Lobby BBKB. Acara ini akan dilaksanakan setiap hari Senin, dengan waktu hanya 1 (satu) jam yaitu 07.30-08.30 dengan tema dan bahasan  yang berbeda dan aktual. Dalam kegiatan perdana kali ini Tema yang diangkat kali ini adalah  Inovasi Selendang dan Integrasi ISO BBKB, yaitu ISO 9001 : 2015 (sistem manajemen mutu, ISO 17025: 2017 (lab uji dan kalibrasi,  ISO 17065 : 2012 (lab sertifikasi produk dan Iso) panduan sertifikasi BNSP (LSP), dan KNAPPP 20:2017 (untuk Kapp) untuk meningkat efisiensi dan efektifitas layanan.

Disamping itu, Kepala BBKB Titik Purwati Widowati juga menyampaikan ucapan selamat dan memberikan apresiasi kepada Saudari Novita Ekarini  dan Tika Sulistyaningsih yang telah menorehkan prestasinya dalam Lomba Selendang Indonesia 2019. Kedua pegawai BBKB tersebut telah menyabet Juara II dan III  dalam gelar Pameran Adiwastra Nusantara 2019 di JCC, 20-24 Maret 2019, sehingga diharapkan menjadi inspirasi bagi pegawai yang lain. 

Pada kesempatan yang sama Novita Ekarini  menyampaikan munculnya ide terinspirasi dari salah  satu relief di candi borobudur terpahat kapal yang mencerminkan budaya maritim. Hal ini memunculkan pendapat bahwa Wangsa Sailendra dari kerajaan maritim kuno telah menjadi pelaut. Jenis kapal yang terpahat di relief candi borobudur adalah kapal bercadik atau dalam ejaan lama di sebut bertjadik yaitu sejenis penyangga yang terbuat dari kayu atau bambu yang di pasangkan pada sisi kiri dan kanan perahu agar tetap seimbang. Relief perahu bercadik itulah yang diyakini bahwa nenek moyang kita adalah “orang pelaut” dan merupakan jejak maritim Indonesia.

Sedangkan Tika Sulistyaningsih melalui hasil karyanya Nusa Pala, Nusa berarti Nusantara dan Pala sebagai salah satu bentuk simbol rempah-rempah yang dulu pernah berjaya di perdagangan Indonesia. Nusantara dituangkan pada selendang dalam bentuk gugusan pulau yang menggunakan teknik tritik. Di sekitar motif pulau terdapat motif jumputan/tritik yang menggambarkan pala sebagai rempah-rempah dan motif Bunga yang menggambarkan keanekaragaman sumber daya alam Indonesia. Pada bagian ujung tumpal selendang terdapat motif Jumputan inovasi untuk menambah keindahan selendang.

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter