Pada hari Senin, 25 Agustus 2014 Pukul 10.30 WIB rombongan dari World Crafts Council dan didampingi dari Yayasan Batik Indonesia, Dekranas Pusat, Dekranasda DIY beserta Disperindagkop Daerah Istimewa Yogyakarta mengunjungi Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta. Adapaun tujuan kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan dari rombongan WCC yang berkaitan dengan penilaian terhadap usulan Yogyakarta sebagai Pusat Batik Dunia atau Craft City for Batik. Sebagai salah satu institusi yang salah satu tupoksinya melakukan penelitian dan pengembangan batik di Indonesia, Balai Besar Kerajinan dan Batik menjadi salah satu pertimbangan dalam unsur penilaian yang dilakukan oleh juri WCC.

 Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Kerajinan dan Batik Bapak Erikson Tampubolon, ketika mewakili Kepala BBKB dalam sambutannya mengatakan bahwa BBKB telah banyak melakukan riset yang dapat mendukung kemajuan industri kerajinan dan batik. Hal ini ditegaskan kembali dalam presentasi profil dan tupoksi BBKB yang dipaparkan oleh Kepala Bidang Pengembangan Jasa Teknis BBKB, Bapak Andreas Wisnu Pamungkas bahwa BBKB memiliki komitmen yang kuat sebagai lembaga litbang melakukan dalam pengembangan industri kerajinan dan batik.

 Rombongan yang berjumlah sekitar 20 orang tersebut antara lain terdiri dari Dr. Ghada  Hijjawi Qaddumi - President of WCC-Asia Pacific Region, Mdm. Surapee Rojanavongse - Honorary Member & Advisor (mewakili Mr Wang Shan - President Of WCC), Mr. Edric Ong - Senior Vice President of Asia Pacific Region & Vice President of South East Asia Subregion, Prof. Rahardi Ramelan (Yayasan Batik Indonesia), Hesti Indah Krisnani (Dekranas Pusat), Wahyuntana (Dekranasda DIY), Riyadi Ida Bagus S. (Ka. Disperindagkop DIY).

 Kunjungan ke Balai Besar Kerajinan dan Batik berlangsung selama kurang lebih satu jam, diisi dengan presentasi dan diskusi kemudian dilanjutkan dengan melihat pameran produk hasil penelitian dan pengembangan Balai Besar Kerajinan dan Batik di ruang lobby BBKB. Batikmark menjadi tema utama dalam sesi diskusi, hal ini dikarenakan BBKB sebagai institusi yang berkompeten dan berwenang mengeluarkan labelisasi batikmark pada produk batik di Indonesia.

 Dalam sambutan kunjungan tersebut berlangsung sangat meriah karena adanya partisipasi 2 (dua) sekolah yang telah berhasil mengukir beberapa prestasi terkait dengan batik, yaitu: SMP Stella Duce 1 Yogyakarta dan SMK N 5 Yogyakarta dengan memperagakan kegiatan membatik dan memamerkan hasil karya siswa didiknya serta perajin batik Afif Syakur. Diharapkan dengan kunjungan ke Balai Besar Kerajinan dan Batik akan menjadi pertimbangan tertentu dalam menentukan Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia dalam WCC Award, sehingga akan lebih mengharumkan bangsa Indonesia kedepan…………

Share

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter